Pertamina Kuras Penampungan Limbah

Pertamina kuras bak penampungan minyak

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Bagian dari komitmen mengatasi kebauan, Pertamina EP Asset 4 Field Cepu melakukan pengurasan bak penampungan limbah di Main Gathering Sistem (MGS) Menggung, Kelurahan Ngelo, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Jumat (15/12/2017).

Sejak beberapa hari terakhir perusahaan yang digandeng oleh Pertamina telah beraktivitas melakukan pengurasan.

Dalam pengurasan juga disaksikan warga Kelurahan Ngelo, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Blora, serta anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) diajak menyaksikan progress pengurasan yang telah dilakukan.

“Kami ajak semua yang berkepentingan untuk menyaksikan. Sekarang sudah ada perkembangan yang cukup signifikan,” jelas Field Manager Pertmina EP Asset 4 Field Cepu, Heru Irianto, kepada suarabanyuurip.com, usai tinjuan lapangaan.

Menurutnya, dari  dari total volume limbah sebanyak 1200m3 (meter kubik) dari ketinggian penampungan lebih dari 3 m (meter). Saat ini ketinggian limbahnya tinggal 60cm (centimeter). Sedangkan untuk limbah air sudah terangkut.

“Hanya tersisa sludge oil (red-endapan limbah minyak mentah), Itu perlu diencerkan dan  butuh waktu yang cukup lama,” kata Heru.

Baca Juga :   Pertamina EP Dukung Ide Pemkab

Untuk bau, kata dia, sudah lebih banyak berkurang dari sebelumnya, setelah limbah terangkut. Tahap selanjutnya, tetap akan dilaksanakan oleh Pertamina. Yakni menggunakan katalisator dan oksidator yang pernah dilakukan ujicoba beberapa waktu lalu.

Setelah penampungan bersih, akan mengundang kembali masyarakat untuk menyaksikannya. “Nanti kalau sudah bersih, masyarakat akan kami undang,” terangnya.

Kepala DLH Blora, Dewi Tedjowati, menyambut baik langkah pengurasan yang diambil oleh Pertamina dan hanya menyisakan endapannya. “Sudah tidak bau gas,” terangnya kepada wartawan.

Pertamina, lanjut dia, juga telah melaksanakan rencana jangka pendek sesuai dengan kesepakatan. Baik dengan melakukan penanaman pohon, pengobatan gratis kepada warga dan melakukan pengurasan bak penampungan limbah.

Pihaknya juga menyarankan adanya bak kontrol untuk drainase air limbah. Sehingga setelah ada treathment hanya air murni yang keluar.

Sementara anggota DPRD Blora, Ahmad Arifin, menyatakan, akan terus melakukan pemantauan. “Setelah ini kami akan ikut melakukan pemantauan lebih lannjut. Karena kami wakil rakyat yang berasal dari daerah pilihan Cepu,” tandasnya.(ams)

Baca Juga :   MCL Klaim Sudah Kucurkan CSR Cendana

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *