SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban - Alotnya sosialisasi pengadaan lahan Kilang New Grass Root Refinery and Petrochemial (NGRR) Tuban seluas 219 hektar, akhirnya direspon Komisi VII DPR RI. Bersama perusahaan patungan Pertamina-Rosneft, politisi partai Golkar Dapil Tuban-Bojonegoro bakal turun ke Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
“Dalam waktu dekat kami akan ke lokasi Kilang Tuban,” ujar Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Satya W. Yudha, kepada suarabanyuurip.com, saat ditemui di Balai Desa Pakel, Kecamatan Montong, Sabtu (16/12/2017).
Kedatangan pria kelahiran Kediri ini dengan maksud, memberikan penjelasan kepada para kepala desa beserta warga ring 1 kilang. Hasil komunikasi dengan PTÂ Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PRPP), Rosneft berkomitmen segera mendirikan perusahaan pengolahan minyak.
Tak pelak, kepastian ini harus diketahui oleh masyarakat dan pemangku wilayah lokal. Harapannya proses pengadaan lahan milik 119 warga Desa Remen dan Mentoso, Kecamatan Jenu menemui titik terang.
Wakil rakyat yang konsen pada energi ini meminta, masyarakat tak bermain-main soal harga lahan kilang. Kerap ada yang sengaja menguasai, kemudian menjualnya dengan harga berkali lipat merugikan daerah.
“Banyak kasus korupsi yang ditengarai berawal dari pelimpahan lahan yang dijual dengan harga berlipat ganda,” jelas pria yang berangkat dari dapil 9, Bojonegoro-Tuban.
Dalam keterangan resmi Pertamina, Kilang Tuban digadang-gadang akan meningkatkan kemandirian dan ketahanan energi. Caranya dengan meningkatkan produksi bahan bakar minyak nasional yang berkualitas Euro V.
Selain itu, proyek yang berpusat di Desa Wadung, Rawasan, Mentoso, dan Kaliuntu, Kecamatan Jenu, juga akan menghasilkan produk baru petrokimia. Kilang NGRR Tuban direncanakan berkapasitas 300 ribu barel per hari, dengan total nilai investasi kurang lebih USD 15 miliar. Pertamina-Rosneft sudah menyepakati komposisi saham perusahaan patungan PRPP, sebesar 55 persen saham untuk Pertamina dan sisanya 45 persen untuk Rosneft.
Adapun perkiraan produk BBM yang nanti akan dihasilkan NGRR Tuban, adalah gasoline sebesar 80 ribu barel per hari, Solar 99 ribu barel per hari, dan Avtur 26 ribu barel per hari. Untuk produk baru petrokimia adalah polipropilen 1,3 juta ton per tahun, polietilen 0,65 juta ton per tahun, stirena 0,5 juta ton per tahun dan paraksilen 1,3 juta ton per tahun.(Aim)