DLH Blora Sarankan Adanya Bak Kontrol Air Limbah

bak penampungan limbah pertamina

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Meski telah diajak untuk memantau lansung proses pengurasan bak penampungan limbah di Main Gathering Sistem (MGS) Menggung miik Pertamia EP Asset 4 Field Cepu, warga Kelurahan Ngelo, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, masih merasa belum puas. Mereka menganggap, kagitan yang dilaksanakan pada Jum’at (15/12/2018) itu teputus.

“Dari warga terus melakukan diskusi. Satukan langkah dan persepsi. Karena menurut warga, investigasi jilid II terputus harus ibadah sholat Jum’at,” kata Mariyadi, warga  RT/RW 2/2 Kelurahan Ngelo, kepada suarabanyuurip.com, Senin (18/12/2017).

Dia melanjutkan, sepanjang bak penampungan terbuka itu masih digunakan menyimpan hasil produksi sumur-sumur minyak atau seratan. Maka kebauan yang mengancam kesehatan warga sekitar tidak akan pernah  berhenti. “Saya tidak yakin dengan langkah – langkah yang dilakukan Pertamina untuk menyelesaikan permasalahan itu semua,” kata pria berjenggot putih ini.

Warga lain Badan Purwanto, mengaku, kecewa karena dalam kunjungan lapangan yang dilakukan itu bak penampungan masih terisi dan belum kosong. Harusnya Pertamina menghentikan aktivitasnya dulu sebelum bak penampungan kosong.

Baca Juga :   BUMD Blora Kaji Hasil Pengeboran Sumur Minyak BNG-BBE 01

“Terlebih, pelaksanaan pengosongan itu telah molor dari kesepakatan,” kata dia.

Sementara, Field Manager Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, Heru Irianto, menyatakan, bahwa sudah ada perkembangan cukup signifikan. Pada pengurasan waktu lalu, sudah terakomodir 800m3 limbah dari 1200m3 yang berada di bak penampungan.

Pihaknya mengakui ada salah perhitungan, dari perhitungan awal hanya 600m3 dan saat dilakukan pengurasan terdapat 1200m3.

Pengurasan itu bagian dari komitmen Pertamina EP Asset 4 Field Cepu dalam mengatasi kebauan. Sejak beberapa hari terakhir perusahaan yang digandeng oleh Pertamina telah melakukan pengurasan.

Pada hari Jum’at (15/12/2017) lalu, warga Kelurahan Ngelo, Kecamatan Cepu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Blora, serta anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) diajak menyaksikan progress pengurasan yang telah dilakukan.

“Sekarang sudah ada perkembangan yang cukup signifikan,” jelas Heru Irianto.

Menurutnya, dari total volume limbah sebanyak 1200m3 (meter kubik) dari kedalaman penampungan lebih dari 3 m (meter). “Saat ini ketinggian limbahnya tinggal 60cm (centimeter). Untuk limbah air sudah terangkut. Hanya tersisa sludge oil (red-endapan limbah minyak mentah), Itu perlu diencerkan dan  butuh waktu yang cukup lama,” kata Heru.

Baca Juga :   SKK Migas Minta TNI Amankan Aset Negara

Untuk bau, kata dia, sudah lebih banyak berkurang dari sebelumnya, setelah limbah terangkut. Tahap selanjutnya, tetap akan dilaksanakan Pertamina. Yakni menggunakan katalisator dan oksidator yang pernah dilakukan ujicoba beberapa waktu lalu.

Heru menambahkan, bahwa setelah penampungan bersih, akan mengundang kembali masyarakat untuk menyaksikannya. “Nanti kalau sudah bersih, masyarakat akan kami undang,” terangnya.

Kepala DLH Blora, Dewi Tedjowati, menyambut baik dengan langkah pengurasan yang diambil oleh Pertamina dan hanya menyisakan endapannya. “Sudah tidak bau gas,” terangnya kepada wartawan.

Pertamina, lanjut dia, juga telah melaksanakan rencana jangka pendek sesuai dengan kesepakatan. Baik dengan melakukan penanaman pohon, pengobatan gratis kepada warga dan melakukan pengurasan bak penampungan limbah. Pihaknya juga menyarankan adanya bak kontrol untuk drainase air limbah. Sehingga setelah ada treathment hanya air murni yang keluar.(ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *