Pemdes Katur Kecewa Tak Dilibatkan Sosialisasi Proyek J-TB

Sosialisasi JTB

SuaraBanyuurip.com - Samian Sasongko

Bojonegoro – Pemerintah Desa (Pemdes) sekitar proyek Unitisasi Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (J-TB) kecewa dengan operator J-TB Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC) dan kontraktor pemenang tender proyek rekayasa, pengadaan dan konstruksi fasilitas pemrosesan gas (Engineering, Procurement and Constructions – Gas Processing Facility/ EPC-GPF), Konsorsium PT Rekayasa Industri (Rekind) – Japan Gas Corporation (JGC).

Pasalnya tidak dilibatkan dalam sosialisasi rencana pengembangan proyek gas J-TB yang dilaksanakan PEPC dan Rekind-JGC bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, di Ruang Angling Dharma Pemkab setempat, Senin (18/12/2017) siang tadi.

“Tentu sangat kecewa dengan PEPC dan Rekind yang tidak melibatkan kami dalam sosialisasi yang didalamnya juga membahas tentang tenaga kerja lokal,” kata Kepala Desa (Kades) Katur, Kecamatan Gayam, Bojonegoro, Sukono, kepada suarabanyuurip.com, Senin (18/12/2017) malam.

Kades Sukono, menegaskan, bukan tidak berdasar kekecewaan yang dirasakannya. Mengingat jalur utama menuju lokasi proyek J-TB tersebut melewati wilayah Desa Katur, Ringintunggal dan Gayam. Sehingga dampak dari aktivitas proyek J-TB pastinya juga dirasakan warga. Baik warga Katur, Ringintunggal maupun warga Desa Gayam.

Baca Juga :   PEPC ADK Siapkan Lokasi Pengeboran

“PEPC dan Rekind jangan terkesan menutup mata dan telinga dengan Pemdes yang ada di wilayah Kecamatan Gayam. Apa dikira kami tidak bisa melakukan protes keras hingga tidak melibatkan kami dalam sosialisasi,” tegas Kades ring satu Banyuurip, Blok Cepu tersebut dengan nada emosi.

Salah satu dampak yang saat ini dirasakan adalah kerusakan jembatan, tepatnya didekat lapangan futsal Katur akibat sering dilewati mobil proyek J-TB. Sehingga membuat pengguna jalan baik warga Katur maupun pengguna lainnya menjadi terganggu.

“Jembatannya rusak karena sering dilewati dump truck muatan material berupa pedel maupun alat berat,” ucapnya.

Senada diungkapkan Kades Gayam, Winto. Dia mengaku tidak mendapatkan undangan dalam sosialisasi rencana pengembangan proyek J-TB yang dilaksanakan PEPC dan Rekind.

“Saya hanya dengar dari teman-teman saja. Gak masalah gak diundang ketimbang ngrepoti. Gitu aja kok repot,” ungkapnya dengan nada kesal.(sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *