SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Warga Kelurahan Ngelo, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, melakukan audensi dengan Bupati Djoko Nugroho untuk membahas tindak lanjut penyelesaian dugaan pencemaran udara di Main Gathering Sistem (MGS) Mengggung milik Pertamina EP Aset 4 Field Cepu, di kantor bupati, Selasa (19/12/2017).
Salah satu warga Kelurahan Ngelo, Mariyadi, menjelaskan pertemuan dengan bupati beserta jajarananya untuk membahas penyelesaian masalah di lingkungan MGS. Semua bahan keterangan dan data dari warga sudah diberikan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Blora, telah disampaikan kepada bupati.Â
“Segala permasalahan akan ditangani dan tindak lanjuti oleh Bupati Blora,” kata Mariyadi.Â
Bupati, kata dia, berjanji akan memanggil pihak Pertamina dan pihak terkait untuk menyelesaikan masalah tersebut.Â
“Untuk waktunya akan ditentukan bupati. Kami harap bisa secepatnya,” kata Mariyadi.Â
Hadir dalam pertemuan tersebut, selain Bupati Blora, hadir juga tampak hadir Kepala DLH Blora, Â Forkompimcam Cepu, Perwakilan warga beserta ketua RT.Â
Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan sejumlah keinginan diantaranya hasil investigasi tanggal 15 Desember 2017 komitmen pengosongan paling lama satu bulan ternyata molor.Â
“Harus ada tindakan tegas,” sambung warga Ngelo lainnya, Badan Purwanto.
Selain itu warga juga menginginkan agar pengiriman kondensat dari CPP Gundih ke MGS dihentikan karena diduga mengandung unsur uap BTX yang bersifat karsinogenik yang berbahaya bagi kesehatan dan meminta langsung dialihkan ke CPA Mudi, Blok Tuban.
Keinginan lainnya agar Pertamina meminta maaf kepada warga secara tertulis.Â
“Kami berharap masasalah ini selesai di tingakat kabupaten,” pungkasnya.
Sementara Lurah Ngelo, Suparti, membenarkan, bahwa telah dilaksanakan pertemuan antara warga dengan bupati.Â
“Baru dialog dengan warga. Dalam waktu dekat pak bupati akan ngundang pimpinan Pertamina,” terangnya. (ams)