DPRD Bojonegoro Pertanyakan Kejelasan Peran Disperinaker

SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho

Bojonegoro – Rencana rekrutmen tenaga kerja (Naker) proyek rekayasa, pengadaan, dan konstruksi fasilitas pemrosesan gas (engineering, procurement and constructions – gas processing facility/EPC-GPF) Jambaran – Tiung Biru ( J-TB) oleh Konsorsium PT. Rekayasa Industri (Rekind) – Japan Gas Corporation Indonesia (JGCI) – Japan Gas Corporation (JGC), melalui satu pintu Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Bojonegoro, Jawa Timur, disikapi DPRD setempat.

Wakil rakyat meminta kejelasan tentang peran Disperinaker dalam perekrutan tersebut. Karena jika Disperinaker sebagai pelaksana perekrutan dinilai menyalahi aturan karena tidak sesuai dengan tugas dan fungsinya.

“Ini harus perjelas. Perannya Disperinaker di situ sebagai apa,” kata Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro, Sigit Kushariyanto kepada suarabanyuurip.com di ruang kerjanya, Selasa (19/12/2017).

Seharusnya, menurut Sigit, peran Disperinaker hanya memfasilitasi perekrutan naker. Artinya, Disperinaker menyiapkan data-data calon naker sesuai spesifikasi yang dibutuhkan perusahan. Selain itu juga meningkatkan sumber daya manusia (SDM) masyarakat melalui serangkaian pelatihan keterampilan.

“Jadi user atau perusahaan sendiri yang melaksanakan perekrutan,” tegas politisi Partai Golkar itu.

Baca Juga :   Tolak Kilang Tuban, Warga Pasang Spanduk Sepanjang Jalan

Sigit mengakui jika selama ini banyak calo maupun oknum-oknum yang memanfaatkan kebutuhan naker untuk proyek migas. Karena itu dibutuhkan data akurat dari Disperinaker tentang jumlah calon naker lokal Bojonegoro dengan spesifikasi yang dimiliki.

“Sehingga ketika perusahaan membutuhkan calon naker, Disperinaker tinggal memberikan datanya kepada perusahaan untuk diseleksi,” pungkasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro bersama operator Unitisasi Gas Lapangan JTB, Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC) dan Rekind sepakat rekruitmen calon naker dilaksanakan melalui satu pintu yakni Disperinaker. Tujuannya untuk menghindari calo-calo naker.

“Semua perekrutan naker nanti melalui Disperinaker,” kata  kata Business Manager of JTB Project PT PT Rekind, Tjetjep Nirwan Mustofa saat menyampaikan paparan dalam sosialisasi sosialisasi rencana pengembangan proyek gas Jambaran – Tiung Biru (J-TB) di Ruang Angling Dharma Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, Senin (18/12/2017) kemarin

Dalam sosialisasi itu, Rekind memaparkan jumlah kebutuhan naker pada tahun pertama 2018 sebanyak 1.733 orang yang akan dimulai pada April mendatang. Jumlah tersebut akan terus meningkat hingga mencapai 6000 orang selama proyek berlangsung selama 36 bulan.(suko)

Baca Juga :   SKK Migas Sudah Kantongi Kandidat Pemenang Lelang

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *