SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, menargetkan penutupan bak penampungan limbah dengan jangka waktu dua bulan ke depan. Hal itu terungkap, saat Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mendatangi penampungan minyak mentah (MGS/Main Gathering Sistem) Menggung, Â Kamis (28/12/2017).
Didampingi Bupati Blora Djoko Nugroho, General Manager PT Pertamina EP Asset 4 Didik Susilo, Field Manager Pertamina EP Field Cepu Heru Irianto, Ganjar mengecek proses pembersihan limbah di bak penampungan. Ganjar mengaku, kedatangannya tersebut adalah untuk merespon keluhan warga yang disampaikan melalui media sosial.
“Makanya saya datang ke sini untuk melihat langsung, sekaligus mencoba memediasi dan mencari solusi,” ujar gubernur.
Saat hendak keluar dari pintu gerbang MGS Menggung, Ganjar langsung dihampiri tiga orang perwakilan warga Ngelo. Mereka adalah Mariyadi, Suryanto dan Badan Purwanto. Sembari berdiri, Ganjar berdialog dengan ketiga orang tersebut.
“Kami ingin hidup nyaman dengan udara yang bersih di rumah kami sendiri. Kami minta pencemaran lingkungan dihentikan,” tegas Maryadi.
Dialog gubernur dengan ketiga orang perwakilan warga itu sempat menegang ketika Field Manager Pertamina EP Cepu Heru Irianto memberikan penjelasan. Bahkan Bupati Djoko Nugroho dengan suara tegas mengingatkan kepada perwakilan warga untuk menghormati proses yang sedang berlangsung.
Gubernur yang menjadi mediator bisa menetralisir suasana. Mediasi pun mendapatkan titik temu. “Berikan waktu kepada Pertamina untuk bekerja menangani bau pengolahan limbah tersebut. Tadi sudah dinyatakan butuh waktu dua bulan untuk menyelesaikannya. Silahkan warga terlibat sebagai supervisor,” ujar Ganjar.
Dia meminta warga agar bersabar karena Pertamina sedang berupaya. Bak penampungan limbah yang berada di tempat terbuka, nantinya untuk sementara akan ditutup dengan plat besi. Diharapkan hal itu akan mengurangi bau. Di saat bersamaan akan dilakukan pula proses kimia untuk menghilangkan bau.
Field Manager Pertamina EP Cepu Heru Irianto menjelaskan, bahwa pihaknya sudah berupaya maksimal menangani masalah tersebut. Diantaranya dengan menguras bak penampungan limbah. Namun dia mengakui pengurasan sempat terkendala karena pompa tidak bisa menyedot habis material yang ada di bak penampungan.
Selain liquid, kata dia, di bak penampungan juga mengendap pasir dan bahkan bakteri. “Caranya cuma satu, kita injeksikan, kita cairkan, kita mix, kita sedot lagi. Proses itu butuh waktu, tapi itu kita kerjakan terus,” kata Heru Irianto. (ams)