SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro, Jawa Timur, menilai kegiatan sosialisasi yang dilakukan oleh Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Bojonegoro hanya menghamburkan anggaran.Â
“Bayangkan saja, kegiatan sosialisasi yang dilakukan Panwaslu itu seminggu ada berapa kali,” kata Wakil Ketua DPRD Bojonegoro, Sukur Prianto, kepada Suarabanyuurip.com, Jumat (29/12/2017).Â
Seringnya Panwaslu melakukan sosialisasi, menurut Ketua DPC Partai Demokrat itu, hanya akan menghabiskan anggaran yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Â
“Lebih baik sosialisasinya jangan terlalu sering, yang penting tepat sasaran dan bermanfaat,” tukasnya.Â
Dikonfirmasi terpisah, Ketua Panwaslu Bojonegoro, M Yasin, mengatakan, anggaran yang diterima Panwaslu untuk kegiatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) adalah sebesar Rp11,3 miliar.Â
“Pencairannya ada dua tahap, yakni tahap pertama tahun 2017 ini, dan tahap kedua tahun 2018 mendatang,” tandasnya.
Dari jumlah tersebut, menurut Yasin, sebesar 30 persen digunakan untuk kegiatan sosialisasi atau kurang lebih sekitar Rp3 miliar.Â
“Sekarang ini kami sudah melakukan enam kali sosialisasi,” pungkasnya.(rien)