Upayakan Harga Beras di Bojonegoro Stabil

sekdin perdagangan agus hariono

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, terus berupaya mendapatkan formula yang tepat agar kenaikan harga sembilan bahan pokok (sembako) terutama beras tidak terjadi seperti sekarang ini.

“Memang, ada kenaikan harga untuk beberapa item sembako termasuk beras. Tapi kami sudah melakukan upaya agar harga kembali stabil,” kata Sekretaris Dinas Perdagangan, Hariono, kepada Suarabanyuurip.com, Senin (15/1/2018).

Menurutnya, kenaikan harga beras yang terjadi di Pasar Kota Bojonegoro dan Pasar Desa Banjarjo dikarenakan kondisi petani yang belum panen padi dalam bulan ini.

Oleh sebab itu, langkah yang diambil saat ini adalah menutup akses penjualan beras keluar Daerah Bojonegoro untuk menjaga stok aman.

“Selain itu, kita maksimalkan peran Bulog agar menjaga cadangan pangan di Bojonegoro,” tandasnya.

Pemkab memastikan, setelah panen raya dua bulan kedepan harga beras kembali stabil.

Oleh sebab itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan Bulog Sub Divre III Bojonegoro memastikan ketersediaan stok beras sampai panen raya. Hasilnya, stok beras aman untuk bulan Januari-Februari 2018 sebesar 30 ton.

Baca Juga :   Bojonegoro Raih Penghargaan Kategori Pemberdayaan Masyarakat Desa

“Tidak perlu impor seperti instruksi pemerintah pusat, karena saat panen raya bulan Maret dan April akan cukup mengkondisikan harga,” tukasnya.

Meski demikian, sampai saat ini pihaknya belum melakukan operasi pasar dikarenakan Bulog menggunakan sistem penjualan sembako melalui mitranya “Rumah Pangan Kita”. Dari 416 desa, ada 172 kios “Rumah Pangan Kita” yang menyediakan sembako dengan harga sesuai ketentuan pemerintah.

“Kita koordinasi dengan Bulog, untuk melakukan operasi pasar meski sudah ada kios Rumah Pangan Kita,” lanjutnya.

Sementara itu, dari data yang didapat Suarabanyuurip.com menyebutkan, memasuki bulan Januari 2018 ini harga beras medium yang awalnya Rp 8.500 perkilogram kini meningkat hingga  Rp 11.000 perkilogramnya.

Sedangkan, beras premium yang awalnya Rp10.500 naik menjadi Rp12.000 perkilogramnya.

Pedagang beras di salah satu pasar kota Bojonegoro, Fauziah, mengaku, kenaikan harga beras sudah berlangsung sejak awal tahun 2018. Hal ini dikarenakan, harga yang diberikan distributor kepada pedagang mengalami kenaikan.

“Semua jenis beras harganya naik dari distributornya, ya otomatis dari pedagang juga naik,” pungkasnya.(rien)

Baca Juga :   Desakan Masyarakat Sipil Indonesia Jelang KTT G20 di Argentina

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *