SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Kuota Liquified Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram (kg) tahun 2018 di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, naik 30% dari tahun 2017 lalu. Hal itu diunkapkan oleh Staf Bagian Prekonomian Setda Blora, Tulus Prasetiyo.
Dia menjelaskan, rencana kenaikan alokasi tabung gas elpiji 3 kg tahun 2018 ini sebanyak 6.580.798 tabung, naik 30% dari alokasi sebelumnya sebanyak 5.593.334 tabung.
Namun, pengajuan kenaikan alokasi itu masih menunggu persetujuan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Dari pengajuan itu, lanjut dia, Â melihat dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018, dia pesimis tidak akan disetujui Kementerian ESDM.
“Kalau lihat APBN 2018 mungkin naiknya hanya 4% saja,” ujarnya, kepada suarabanyuurip.com, Selasa (16/1/2018).
Meski hanya naik 4%, itu tetap mencukupi kebutuhan di Kabupaten Blora, melihat dari realisasi tahun ini.
Sementara untuk penetapan alokasinya, akan dilakukan pada Maret dan April tahun 2018. Sebab, Pemkab Blora perlu mengajukan usulan kuota ke Provinsi, lalu Provinsi mengajukan ke ESDM, kemudian baru disahkan.
Meskipun untuk kuota 2018 belum ditetapkan, dirinya menjamin pendistribusian LPG melon itu  tidak ada kendala. Menurutnya, Pertamina telah diberikan tugas untuk menjaga pasokan LPG untuk tidak ada kelangkaan dan gejolak di masyarakat.
“Jadi pertamina sudah menjamin kesediaan tabung elpiji melon meskipun belum disahkan,” ujarnya.
Untuk realisasi penyaluran LPG 3kg di Blora pada 2017 lalu, tidak mengalmi kelebihan kuota. Dari jatah kuota 2017 sebanyak 5.593.334 tabung, realisasinya sebanyak 5.505.640 tabung.
Berbeda dengan 2016 lalu yang melebihi kuota. Dari kuota 2016 sebanyak 5.062.00 tabung realisasinya mencapai 5.320.280 tabung.
Dia menambahkan, bahwa untuk pengawasan penyebaran LPG 3kg, semakin dikuatkan. Yakni dengan membentuk pengkalan di setiap desa.(ams)