Isu Impor Beras Tak Pengaruhi Masyarakat Blora

Blora panen raya padi

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Santer beredar kabar kebijakan impor beras oleh pemerintah pusat serta gonjang ganjing harga beras yang tinggi, tidak berpengaruh di Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Menurut Bupati Blora Djoko Nugroho, jika masyarakat Blora tidak kekurangan beras. Terbukti dengan panen berlimpah yang dimulai awal Januari 2018 ini. Sehingga isu impor beras yang beredar tidak mempengaruhi masyarakat Blora.

Bupati menyatakan, jika 2 sampai 3 tahun terakhir, Blora telah surplus beras. “Biarkan diatas sana kekurangan beras, tapi Blora surplus beras. Yang juga mengantarkan Blora peringkat ke-3 tahun lalu,” ujar Bupati Djoko Nugroho saat mengikuti panen raya padi di Desa Tanjung, Kecamatan Kedungtuban, Jum’at (19/1/2018).

Adanya kenaikan harga beras ternyata tidak berdampak di masyarakat. Operasi pasar untuk menekan melambungnya harga yang telah dilakukan juga menarik minat masyarakat membeli beras yang disediakan oleh Badan Urusan Logistik (Bulog).

“Saya pernah ikut operasi pasar, tapi tidak laku,” kata bupati.

Walaupun harga gabah naik, kata dia, biarkan dinikmati oleh petani. “Biarkan sekali-kali petani kaya, jangan miskin terus,” ungkapnya.

Baca Juga :   Diduga Kesetrum, Kades di Blora Ditemukan Meninggal di Sawah

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Blora, Reni Miharti, menjelaskan, jika pada musim panen saat ini terdapat 57.000 hektar (ha) siap panen, dengan rata-rata produksi sebesar 7 ton/ha.

“Untuk puncak panen kami, nanti pada bulan Februari dengan luasan 30.000 ha tanaman,” jelasnya.

Dirinya menambahkan, untuk masa tanam tahun 2018 ini, pihaknya menargetkan luasan tanam mencapai 110.000 ha.

Sementara, Dirjen Holtikultura Kementerian Pertanian, Spudnik Sujono, mengakui jika Kabupaten Blora salah satu yang terbaik di Jawa Tengah. Tarjet produksi pertanian selalu diatas 100 persen. Sebagai penanggung jawab Upsus Pajale Jawa Tengah, pihaknya merasa terbantu dengan capaian produksi Kabupaten Blora.

“Mungkin ini karena keberadaan bengawan solo,” ujarnya. (Ams) 

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *