Stok Pangan Indonesia Dinyatakan Aman

Panen raya padi blora

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Kementerian Pertanian menyatakan jika ketersediaan pangan di wilayah Indonesia aman. Itu dibuktikan dengan produksi gabah masa panen saat ini mencapai jutaan ton.

“Kita ingin sampaikan kepada publik bahwa sejak Desember 2017 sampai dengan Januari 2018 kita terus panen,” jelas Dirjen Holtikultura, Spudnik Sujono, saat menghadiri panen raya padi di Desa Tanjung, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Jum’at (19/1/2018).

Secara nasioal, menurut dia, seluas 884.000 hektare (ha) siap panen. Dengan perkiraan produksi, sebanyak 4,2 juta ton gabah kering giling. “Kalau dihitung dari gabah menjadi beras sebanyak 2,7 juta ton beras,” kata pria yang menjadi penanggung jawab program Upaya Khusus (Upsus) padi jagung dan kedelai (pajale) ini.

Sementara, lanjut dia, pada bulan Februari 2018 mendatang, akan panen 1,64 juta ha lahan pertanian dengan perkiraan produksi 8,6 juta ton gabah kering giling. “Kalau diproduksi beras, pada bulan Februari ada  5,4 juta ton,” ungkapnya.

Artinya lanjut dia, ada beras. “Tidak ada rash, tidak ada panic buying, tidak ada orang antre cari beras. Buktinya masyaralat di Blora santai santai saja kan,” ujar dirjen.

Baca Juga :   Drainase EPC 5 Dianggap Biang Kerok Banjir

Saat ditanya terkait kebijakan rencana impor beras oleh pemerintah, pihaknya enggan berkomentar.  “Masalah impor jangan tanya ke saya. Yang jelas, kami dari pertanian sudah berbuat, jajaran pemerintah daerah juga sudah berbuat,” ujarnya.

Salah satunya dibuktikan dengan saat ini sedang dilakukan panen raya di wilayah Kabupaten Blora. “Intinya ketersediaan pangan aman. Itu aja pesannya,” tandasnya.

Dia menambahkan, bahwa puncak panen wilayah Indonesia terjadi pada bulan Maret. “Puncak panen nanti 2,3 juta hektar dengan perkiraan produksi sejumlah 11,8 juta ton, berasnya 7,4 juta ton. Namun, setelah itu pada bulan April panen agak menurun sedikit,” terangnya.

Adanya anggapan bahwa Kementerian pertanian dianggap opininya berlebihan adanya surplus beras, pihaknya menyatakan jika itu bukan opini berlebihan. “Ini adalah fakta, ini ada panen. Berbeda jika ada rush, ada panic buying atau masyarakat antre cari beras,” pungkasnya.(Ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *