Puluhan Hektare Padi Sekitar Mudi Diserang Hama

Padi diserang hama

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Puluhan hektare lahan pertanian di Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, awal tahun ini sedang diserang hama wereng hijau atau Nephotettix virescens. Para petani kebingungan mengendalikan hama di sekitar Lapangan Migas Mudi, Blok Tuban itu. Karena belum ada obat insektisida yang ampuh.

“Padi di Rahayu terserang virus wereng hijau,” ujar Ketua Gapoktan Rahayu, Sutikno, kepada suarabanyuurip.com, ketika dikonfirmasi di sekitar Control Processing Area (CPA) Mudi yang dioperatori Joint Operating Body Pertamina-Petrochina East Java (JOB P-PEJ), Kamis (25/1/2018).

Kepastian tersebut diterima gabungan kelompok tani (Gapoktan), dari petugas pertanian lokal yang membidangi hama. Selain itu, ketika bertanya ke pabrik insektisida ternyata obat virus wereng hijau belum ada. Hasilnya tahun ini petani terancam gagal panen.

Catatan Sutikno, di wilayah Dusun Gandu ada 35 hektare padi yang gagal panen musim lalu. Apabila masa ini tidak ada tindakan dari petugas pertanian, tentu akan merugikan petani.

“Sekarang juga ditanami 5 hektare tapi kering lagi,” terangnya.

Baca Juga :   Pasca Pesta Warna Tinggalkan Masalah

Disinggung apakah ada penyuluhan dari petugas dinas pertanian, sepengetahuannya tidak ada sama sekali. Diharapkan pemerintah segera menemukan obatnya, supaya petani bisa menikmati hasil panen seperti biasanya.

Senada diungkapkan Ketua Kelompok Tani (Poktan) Mulyo Rahayu, Kamsiadi. Dia meminta pemerintah tanggap terhadap persoalan yang dihadapi petani. Selain itu, setelah identifikasi langsung ada bantuan obat.

“Tahun lalu bantuan obatnya justru masa tanam berikutnya,” sergahnya.

Minimnya sosialisasi dari pihak terkait, membuat petani kebingungan cara mengatasinya. Bagi petani Rahayu, serangan hama kali ini jenis baru. Berbagai insektisida dicoba, belum ada yang pas.

Data yang dimilikinya ada 65 hektare padi di Rahayu dua musim ini gagal panen. Rincianya 35 hektar di wilayah Poktan Makmur, dan 30 hektare lainnya di Poktan Mulyo.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Tuban, Murtadji, baru mengetahui kalau wereng sudah menyerang wilayah pertanian di Kecamatan Soko dan Rengel. Dalam waktu dekat, stafnya bakal melakukan identifikasi ke lapangan.

“Secepatnya kita akan tanggulangi,” janji mantan Camat Bancar itu.

Baca Juga :   Polisi Mintai Keterangan Mantan Anggota KUD

Pantauan di lapangan, hama juga menyerang pertanian di Desa Maibit, Kecamatan Rengel. Wilayah ini menjadi jalur pipa minyak dari Lapangan Banyuurip, Blok Cepu untuk ditampung di FSO Gagak Rimang sebelah Utara Kecamatan Palang.(Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *