SuaraBanyuurip.com -Â Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Pemerintah Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, berharap agar pengembangan Pad C Lapangan Minyak Sukowati, Blok Tuban, di Dusun Karang, Desa Banjarsari, dilanjutkan kembali agar memberikan multiplier effect (efek berantai) bagi masyarakat sekitar.Â
“Ya harapannya terus berlanjut, karena selain memberikan dampak positif bagi daerah juga warga sekitar,” kata Camat Trucuk, Wadji, kepada Suarabanyuurip.com, Selasa (30/1/2018).Â
Dampak positif yang dimaksud adalah membuka lapangan pekerjaan bagi warga lokal, juga menumbuhkan perkenomian di sekitar pengeboran. Di antaranya rumah kos dan warung makan yang saat ini sudah mulai berkembang.Â
“Kalau pengeboran dimulai tentu warung makan bisa ramai,” imbuhnya.Â
Dalam waktu dekat akan terjadi pergantian operator di Lapangan Sukowati karena kontrak Joint Operating Body Pertamina – Petrochina East Java ( JOBP- PEJ) sebagai operator Blok Tuban akan habis pada 18 Februari 2018.
Karena itu, Wadji mengingatkan kepada operator baru nantinya melakukan sosialisasi lagi. Â
“Kalau tidak salah, tahun 2016 sudah dilakukan sosialisasi. Jadi kalau mau dimulai ya kami harap ada sosialisasi lagi,” tandasnya.Â
Seperti diketahui, dari paparan yang dilakukan JOB P-PEJ pada 2014 silam kepada pemkab Bojonegoro menyebutkan, pelaksaanaan pengembangan Pad C diharapkan mulai tahun 2016. Namun karena beberapa permasalahan rencana tersebut belum bisa terwujud.
Salah satunya adalah permasalahan pembebasan lahan seluas 4,8 hektar (ha) milik 21 warga. Pada saat sosialisasi pemilik lahan menginginkan agar tanah mereka tidak beli, melainkan ditukar guling.
Diperkirakan, produksi minyak yang dihasilkan Pad C adalah sekitar 1000-2000 Barel per hari (Bph) yang dihasilkan dari 9 sumur.(rien)