SuaraBanyuurip.com -Â Samian Sasongko
Bojonegoro – Operator proyek Unitisasi Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (J-TB), Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC) terus berupaya menyelesaikan proses tukar guling tanah kas desa (TKD) Pelem, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang digunakan untuk pengembangan proyek J-TB.
Tahap demi tahap dilakukan, salah satunya adalah telah diselesaikannya penilaian 8 bidang calon tanah pengganti TKD Pelem milik 8 orang oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP).
Salah satu pemilik lahan, Lamto, mengungkapkan, demi kepentingan umum yang lebih besar yaitu kepentingan negara mengikhlaskan sebidang tanahnya berupa sawah seluas 6,149 M2 (meter persegi) sebagai pengganti TKD Pelem.
“Lahan yang kami tawarkan itu berupa sawah bukan tegalan dan sudah bersertifikat atas nama anak saya Purnomo,” kata Lamto, kepada Suarabanyuurip.com, Jumat (2/2/2018).
Sedangkan untuk lokasi lahannya juga tak jauh dari TKD Pelem. Berkaitan dengan harga, kata dia, mengikuti aturan yang telah ditentukan oleh pemerintah.
“KJPP kan sudah menentukan penilaiannya, jadi saya mengikuti saja,” tandas warga Desa Pelem tersebut.
Terpisah tokoh masyarakat Desa Pelem, Yakin, mendukung langkah yang dilakukan PEPC untuk segera menukar guling TKD Pelem. Tujuannya demi kelancaran proyek JTB nantinya.
“Tentu kami mendukung tukar guling TKD Pelem ini segera selesai,” ujar Yakin.
Mengingat warga yang mengikhlaskan lahannya dibeli sebagai pengganti TKD sudah ada. Hal ini tentu memudahkan PEPC menukar guling TKD.
“Penawar ada, harga juga mengikuti yang ditentukan KJPP kan bagus. Untuk luas lahan TKD yang kena proyek JTB, kalau tidak salah seluas sekira 5000 M2,” tandas mantan Kepala Desa Pelem ini.
Senada diungkapkan warga Desa Pelem lain, Parlan. Dia mengaku, juga mendukung PEPC dalam menyelesaikan tukar guling TKD Pelem. Dukungan diberikan karena tujuan PEPC baik demi kelancaran proyek.Â
“Namanya kan TKD, jadi masyarakat Pelem juga punya hak untuk andil dalam penentuan tukar gulingnya. Lagian harusnya malu kalau tidak cepat selesai karena di desa tetangga sudah klir,” sambung Parlan.
Data delapan orang penawar yang dihimpun suarabanyuurip.com adalah, Purnomo, Hadianto, Munadji, Imam Solik, Djarmin Bok Djariah, Sonden Winarto. ST, Yusmirah, dan Warsini.(sam)