SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Meski Pemerintah Kabupaten Blora, Jawa Tengah, memperoleh pendapatan dari sektor Minyak dan Gas (Migas) milyaran rupiah, namun di tahun 2018 ini tidak menganggarkan dana untuk perbaikan infrastruktur jalan sekitar lapangan Migas Blok Gundih.
Padahal, sepanjang jalan kabupaten yang melalui Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, hingga Desa Mendenrejo terdapat kerusakan jalan yang cukup parah.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Blora, Komang I Gede Irawan, menyatakan, pada tahun 2017 Kabupaten Blora mendapat penghasilan dari Dana Bagi Hasil (DBH) Minyak dan Gas (Migas) dengan total mencapai Rp17 Milyar.
“Dari minyak bumi sebesar Rp1.029.485.987. Sedangkan dari Gas sebesar Rp16.018.070.717,” kata Komang I Gede Irawan, kepada Suarabanyuurip.com, Kamis (1/2/2018).
Sementara, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Migas, kata dia, ditarik langsung oleh pusat melalui KPP Pratama. “Seperti halnya Perhutani yang juga ditarik langsung oleh pusat,” tandasnya.
Meski mendapat penghasilan milyaran rupiah dari sektor Migas, pihak pemerintah ternyata tidak menganggarkan perbaikan infrastruktur jalan di wilayah ring-1 Blok Gundih, Desa Sumber Kecamatan Kradenan.
Bukan hanya itu, jalan Mojorembun hingga Desa Mendenrejo, Kecamatan Kradenan juga tidak mendapat jatah perbaikan tahun ini, meski mengalami kerusakan parah sejak tiga tahun terakhir.
“Untuk tahun ini tidak ada rencana perbaikan sepanjang jalan Sumber hingga Mendenrejo,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang (DPUPR) Blora, Samgautama Karnajaya.
Tapi, lanjut dia, jalan lain yang berada di Kradenan akan ada perbaikan tahun 2018. Menurut rencana, yang akan dibangun adalah jalan dari Desa Mendenrejo menuju Desa Pilang, Kecamatan Randublatung.(ams)