SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Menjamurnya usaha Pertamini di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, telah menjadi perbincangan serius antara Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Tuban dan Pertamina di akhir 2017 lalu. Rencananya perusahaan plat merah itu, bakal membuat produk khusus untuk Pertamini.
“Sudah kita bahas masa depan Pertamini dengan Pertamina,†ujar Kepala Diskoperindag Tuban, Agus Wijaya, kepada suarabanyuurip.com, saat ditemui di kantornya, Kamis (1/2/2018) kemarin.
Agus menegaskan, box Pertamini tidak dianjurkan oleh Pertamina. Selain keamanan, ukuran/takaran, dan letaknya yang dekat permukiman sangat berbahaya. Tercatat di Kecamatan Parengan waktu lalu, sebuah pertamini terbakar diduga karena korsleting listrik.
Berangsur Pemkab Tuban, dengan Pertamina akan mengubah alat takar pada Pertamini menjadi manual. Mulai ukuran 1 liter, dua liter, sampai lima liter. Tujuan takaran manual ini, untuk melindungi konsumen dari penipuan.
“Kalau ukurannya pakai dinamo jaminan takarannya masih diragukan,†jelas mantan Kabag Humas dan Protokol Setda Tuban itu.
Terobosan tersebut tinggal ekskusi. Diharapkan para pemilik pertamini mau beralih, dan kredit alat boxnya ke Pertamina. Selain itu, Pertamina juga akan memasok BBM ke Pertamini melalui truk tangki.
“Nanti para pemilik Pertamini tak lagi membeli BBM dengan jerigen,†beber mantan Camat Montong.
Untuk menyukseskan rencana tersebut, Agus Wijaya sudah berkorodinasi dengan kepala desa untuk pendataan jumlah Pertamini. Jika data sudah siap, akan diserahkan ke Bupati Tuban untuk diambil kebijakan.
“Akhir Februari data itu harus di meja saya,†pintanya.
Dikonfirmasi terpisah, Area Manager Communications & Relations Pertamina MOR 5 Jabanusa, Fikri Rahman Yusuf, menampik kalau Pertamina mau membuat produk khusus untuk Pertamini. Konsentrasi bisnis Pertamina masih dengan SPBU yang saat ini ada.
“Gak ada pertamini, Mas,†pungkasnya.(aim)