PMII Tuding Bupati Tuban Lamban

PMII Tuban demo

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Puluhan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Tuban, Jawa Timur, menuding Bupati Tuban, Fathul Huda, lamban merespon kebijakan impor beras. Terlontarnya tudingan tersebut karena pemerintah daerah seolah menutup mata adanya rencana kebijakan tersebut.

“Bupati ayo tunjukan sikap kerakyatan dan pro petani,” ujar Ketua PMII Cabang Tuban, Habib Mutofa, kepada suarabanyuurip.com, saat aksi di depan kantor Pemkab Tuban Jalan Kartini Nomor 2 Tuban, Jumat (2/2/2018).

Kehadiran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban saat ini sangat dinanti petani. Jangan karena impor beras wewenang pusat, lantas Bupati diam saja. Sikap tersebut bukan mencerminkan pemimpin yang mengayomi masyarakat petani.

Oleh karena itu, Bupati Tuban harus bersikap tegas soal impor beras. Jangan sampai petani sengsara, hidup di daerah yang diplot sebagai penyandang pangan Nasional.

“Setiap tahun rata-rata surplus beras 55,20% atau 194.521,70 ton,” terang pemuda asal Desa Karangagung, Kecamatan Palang itu.

Data dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Tuban, sejak tahun 2013 Kabupaten Tuban tak pernah kekurangan beras. Apabila beras impor masuk Tuban, tentu harga gabah petani akan anjlok.

Baca Juga :   Pengabdian Perawat 25 Tahun, Wakil Ketua DPRD Jatim Sri Wahyuni Raih Penghargaan

Buktinya pada tahun 2013, melaui luas tanam 83.270 hektare dan luas panen 80.655 mampu menghasilkan gabah 488.839 ton. Apabila dihitung kebutuhuan pangan 1.288.975 jiwa, maka surplusnya 152.954 ton atau 49,72%.

Tahun 2014 Kabupaten memiliki luas tanam 86.877 hektare dengan luas panen 83.806 hektare, dan menghasilkan 537.665 ton. Jika dihitung dengan kebutuhan pangan 1.288.975 jiwa, maka surplusnya 183.755 atau 54.30%.

Sedangkan di tahun 2017, luas tanam mencapai 103.238 hektare dengan luas panen 101.156 hektar menghasilkan 627.774 ton. Apabila dihitung dengan kebutuhan makan 1.315.155 jiwa, maka surplusnya 237.303 ton atau 60,06%.

“Pada bulan Maret mendatang juga ada 23.746 hektare lahan yang akan panen,” bebernya.

Berdasarkan data di atas, tak ada pilihan lagi bagi Bupati Tuban untuk tidak memihak petani. Harga diri pemimpin Bumi Wali (sebutan lain Tuban) menjadi taruhan, jika beras impor jadi masuk Tuban.

Unjuk rasa yang dimulai pukul 09:30 WIB diwarnai aksi bakar di depan kantor Pemkab Jalan Kartini Tuban. Selain itu, sempat bersitegang dengan aparat kepolisian yang berusaha menghalau massa yang ingin merangsek menemui Bupati.

Baca Juga :   Diska Tinggi, DPRD Bojonegoro Sebut Ortu Ingin Anak Segera Menikah 

Baru sekitar pukul 11:00 WIB, Bupati Tuban, Fathul Huda, bersedia menemui massa PMII. Dalam pertemuan singkat itu ada tiga poin yang disampaikan Bupati, yaitu mengapresiasi aksi sopan PMII yang diiringi dengan sholawat. Hal itu menjadi bukti kalau aktivis yang berbendera warna kuning merupakan mahasiswa agamis.

Kedua, Bupati bangga karena mahasiswa PMII sudah memikirkan nasib petani. Bukan hanya memikirkan dirinya sendiri. Kalau pemuda sudah kritis terhadap kepentingan umum, tentu Tuban akan lebih baik.

“Ini luar biasa,” puji Bupati kelahiran Kecamatan Montong itu.

Terakhir, Bupati menilai tuntutan PMII logis. Dalam waktu dekat dinas terkait, harus menindaklanjuti melalui surat ke Pemerintah Pusat.

“Nanti saya yang akan tanda tangan pertama kali,” pungkasnya.(Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *