SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, memprediksi, kedepan gangguan pertanian bukan lagi soal hama dan kondisi cuaca. Namun lebih pada kondisi pencemaran lingkungan yang disebabkan industri minyak dan gas bumi (migas).
Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura, Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro, Zaenal Fanani mengatakan, yang perlu diperhatikan dalam permasalahan petani kedepan yakni meningkatnya kadar CO2 (karbondioksida).
“Hal itu disebabkan side produk dari pencemaran pengelolaan minyak, sehingga CO2 harus ditangani dengan baik,” ujarnya, kepada Suarabanyuurip.com, Jumat (16/2/2018).
Secara teoritis peningkatan CO2 ini bisa menimbulkan peningkatkan suhu udara hingga dua derajat celcius. Dalam kondisi normal, kadar CO2 hanya 0,03 persen.
Jika suhu sudah pada titik 37 derajat celcius akan merusak enzim fotosintesa pada tanaman.
“Peningkatan suhu udara mengakibatkan, banyaknya hama penyakit, penurunan produksi, penurunan kualitas nutrisi dari buah tanaman, dan terjadi penguapan cukup tinggi sehingga kebutuhan air cukup besar,” tandasnya.(rien)