SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Operator proyek Unitisasi Lapangan Gas Jambaran -Tiung Biru (J-TB), Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC), mengingatkan kepada masyarakat Bojonegoro, Jawa Timur, untuk waspada terhadap penipuan berkedok rekutmen tenaga kerja (Naker) yang mengatasnamakan PT PEPC. Seperti yang diduga dilakukan oleh oknum PT Prambanan yang telah berjalan beberapa bulan.
Dengan modus operandi, para korban yang berjumlah beberapa orang dijanjikan untuk menjadi pekerja PEPC dengan posisi yang berbeda. Para korban diminta untuk menyerahkan sejumlah uang untuk kemudian langsung ditempatkan di Bojonegoro. Namun, pada faktanya mereka hanya ditempatkan di rumah kontrakan.
Beberapa pelaku penipuan telah ditangkap dan sekarang menjalani pemeriksaan atau pengembangan di Polres Bojonegoro.
Penipuan seperti diatas kerap kali terjadi apalagi PEPC segera melaksanakan proyek pengembangan gas J-TB. Sehingga memancing segelintir orang maupun kelompok memanfaatkan momentum ini untuk mendapatkan uang dengan jalan menipu calon tenaga kerja.
Seringkali, antara lain dengan menjaring lulusan perguruan tinggi di seluruh Indonesia melalui modus mengirimkan surat ke alamat tempat tinggal maupun alamat surat elektronik pribadi (email).
Surat berisi pemberitahuan itu meminta kandidat karyawan untuk mengirimkan sejumlah uang sebagai pembayaran ke rekening tertentu atas akomodasi dan fasilitas yang akan diterima ketika dilaksanakan proses seleksi serta biaya-biaya lainnya.
“PEPC tidak pernah melakukan proses rekrutmen kepada calon tenaga kerja dengan penawaran jabatan atau posisi dimaksud,” tegas Public Government Affairs & Relation (PGA & Relation) Manager PT PEPC, Kunadi, melalui surat elektronik yang diterima Suarabanyuurip.com, Jumat (16/2/2018).
Dikatakan, apabila PEPCÂ membutuhkan tenaga kerja baru, maka rekrutmen akan dilakukan dengan cara mengumumkannya secara terbuka melalui media massa atau melalui situs resmi yang ditentukan oleh Perusahaan.
Dan saat ini PEPC juga berkoordinasi atau melibatkan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Bojonegoro untuk melakukan rekrutmen tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan proyek yang berjalan.
Begitu juga bagi pelamar yang memenuhi kualifikasi awal akan mendapatkan pemberitahuan resmi untuk mengikuti proses seleksi tahap selanjutnya. Dan pemberitahuan itu akan dikirimkan melalui surat elektronik resmi dari PEPC . Bukan melalui surat elektronik seperti hotmail, yahoo, gmail, dan lain sebagainya.
Direksi PEPC meminta jika lulusan perguruan tinggi ataupun masyarakat luas mendapatkan indikasi penipuan yang serupa dan mengatas-namakan PT PEPC bisa mengambil langkah diantaranya tidak memberikan respon kepada janji-janji penawaran kerja atau bisnis yang berasal dari orang atau alamat surat yang anda tidak ketahui atau meragukan.
“Jangan mengungkapkan data pribadi atau data keuangan kepada siapapun yang tidak dikenal atau dipercaya,” pesannya.
Apabila mengungkapkan informasi tersebut kepada orang lain atau orang tersebut mengunggahnya melalui situs yang tidak dapat dipercaya mohon untuk melaporkan kejadian tersebut pada aparat penegak hukum.
Mohon untuk waspada terhadap informasi dari alamat yang bukan alamat kantor atau email resmi PEPC, misalnya email dari yahoo.com; gmail.com; baik dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris yang meminta sejumlah uang.
Sebagai informasi Proyek Engineering, Procurement and Construction (EPC) Gas Processing Facility (GPF) di Jambaran-Tiung Biru ini dikerjakan oleh Konsorsium PT Rekayasa Industri – PT Japan Gas Corporation (JGC) Indonesia dan JGC Corporation.
Modus penipuan juga mungkin terjadi dengan mengatasnamakan EPC Kontraktor tersebut dan Sub kontraktornya; mencatut nama Pejabat Forpimda Provinsi Jawa Timur/Jawa Tengah, mencatut nama Pejabat Forpimda Bojonegoro; mencatut nama Pejabat Forpimka di Kecamatan serta Kepala Desa di sekitar Area Proyek J-TB.
Untuk mencegah terulangnya penipuan serupa, PEPC akan memberikan pengumuman pada papan informasi di desa-desa sekitar area proyek J-TB dan dibeberapa instansi Kabupaten Bojonegoro.
Dengan pemberitahuan melalui media dan papan informasi, PEPC berharap tidak akan ada korban penipuan calon tenaga kerja lagi pada masa yang akan datang.(rien)