SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Bupati Bojonegoro, Jawa Timur, Suyoto, memberikan motivasi dan materi bertajuk “How Bojonegoro is Building trust with our citizens” kepada 1.016 perangkat desa yang dibagi dalam dua gelombang di Ruang Angling Dharma, Kamis (15/2/2018) lalu. Ribuan perangkat desa baru ini merupakan hasil seleksi hasil seleksi serentak yang dilaksanakan beberapa waktu lalu.
Mengawali materinya Bupati Suyoto, menceritakan tentang kisah hidupnya di masa lalu, mulai zaman sekolah sampai kuliah, lika- liku kehidupan hingga mendapatkan sang pujaan hati, Mahfudhoh yang saat ini setia mendampinginya. Bupati dua periode itu juga menceritakan bagaimana membangun kepercayaan kepada rakyat dengan resiko dan biaya apapun yang harus dilakukan.
“Setelah percaya maka rakyat akan mendapatkan manfaat dari kehadiran kita,” kata bupati yang akrab disapa Kang Yoto itu.
Menurut dia, kepercayaan harus dipelihara dengan bisa memberi manfaat dan saling mencintai bersama. Begitupun pula negara akan kuat jika semua saling percaya. “Karena modal sosial paling mahal adalah sebuah kepercayaan,” tegas Kang Yoto.Â
Demikian pula saat Kang Yoto maju di pemilihan kepala daerah (Pilkada) Bojonegoto 10 tahun lalu, dirinya hanya bermodalkan kepercayaan yang telah dipercayakan rakyat.Â
Kang Yoto kemudian menjelaskan kepercayaan dibangun dengan akuntability, dan digitalisasi karena masalah Bojonegoro sangat pelik. Sinergi berbagai kelompok dalam membangun Bojonegoro terus dilakukan sejak awal menjadi bupati. Apalagi jika ditilik dari sejarah bahwa Bojonegoro di zaman dahulu merupakan daerah konflik.Â
“Jika berbagai negara infrastruktur disediakan kemudian baru dihuni, namun di Bojonegoro sebaliknya. Sehingga antara memindah atau membangun jika dihitung maka akan lebih hemat jika memindahkan,” ungkapnya.Â
Hal tersebut, lanjut Bupati seperti beberapa realita di Bojonegoro salah satunya untuk membangun infrastruktur di Napis, Kecamatan Tambakrejo, setidaknya membutuhkan anggaran Rp300 milyar rupiah. Biaya tersebut jauh lebih sedikit dengan memindahkan warga di sana.
Karena itu, kata Kang Yoto, jika pemkab tidak cerdas menyikapi masalah tersebut, maka akan ada hal lain yang terbengkelai. Bisa Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan dan pembiayaan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) bagi warga miskin akan tertunda.
“Jika kita berpikir tidak rasional, dan hanya mengedepankan ego, banyak hal lain yang menjadi korban. Banyak anak usia sekolah yang tak mampu melanjutkan dijenjang lebih tinggi dan membutuhkan biaya. Padahal ini juga harus mendapat perhatian,” tuturnya.
Menyikapi hal tersebut, lanjut dia, maka harus memiliki keuangan di sektor migas maka opsi yang ada adalah melakukan intervensi di bidang pendidikan dengan pengalokasian DAK pendidikan di jenjang SMA yang mencapai Rp2 juta.
“Jika janji tidak ditepati makaorang tidak akan percaya,” tandasnya.Â
Secara khusus Bupati mengingatkan agar semua cerdas menyikapi apalagi menjelang Pilkada, jangan sampai tertipu permen karet. Jika perangkat desa memiliki kualitas maka pembangunan di desa akan bisa dilakukan.Â
Hal lain yang membanggakan, menurut Kang Yoto adalah untuk kali pertama proses pengisian seleksi perangkat desa dilakukan dengan baik, sehingga kepercayaan masyarakst terhadap sistem birokrasi Pemerintahan Bojonegoro bergerak ke arah yang positif.Â
“Mayoritas orang percaya, meski ada beberapa yang tidak percaya. Begitu juga ketika ada pelantikan membayar maka saya selalu menegaskan bahwa itu tidak ada dan tidak boleh dilakukan. Jika kini ada beberapa perangkat desa yang belum dilantik maka akan memberikan citra buruk bagi desa itu ada apa sebenarnya,” ungkap Kang Yoto.
Dia menambahkan, produk kebenaran dan kejujuran akan menghasilkan produk yang baik pula. Bisa dibayangkan jika proses seleksi dilakukan dengan kecurangan, maka hasilnya pun hasil yang buruk sehingga pembangunan masyarakat di desa juga serupa.
“Begitu juga dengan Peraturan Daerah tentang dana abadi migas yang belum disahkan sampai saat ini. Padahal ini cita cita mulia untuk meningkatkan SDM dan menyiapkan generasi, anak cucu kita mendatang menyongsong masa depan,” pungkasnya.(rien)