Demonstran Bersitegang dengan Aparat Keamanan

demo bulu-1

SuaraBanyuurip.comAly Imron

Tuban – Aksi unjuk rasa warga Dusun Semutan, Desa Bulurejo, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, Jawa Timur di lokasi Pad B lapangan Mudi, Blok Tuban di Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Tuban sepertinya bakal berlangsung lama. Warga bersama LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI), mulai mendirikan tenda di pintu masuk Pad B. 

Setelah mendirikan tenda di pintu masuk kantor Pad B Mudi, beberapa anggota GMBI yang mendampingi warga, bersitegang dengan petugas keamanan. Hal ini karena keamanan internal Joint Operating Body Pertamina-Petrochina East Java (JOB P-PEJ) sengaja membiarkan karyawan perusahaan masuk lokasi.

“Kesepakatan awal hanya pimpinan yang boleh masuk,” ujar anggota GMBI, Yasim, kepada suarabanyuurip.com, usai bersitegang di pintu Utara Pad B, Selasa (20/02/2018).

Tanpa mengindahkan komitmen, oknum keamanan dengan seenaknya memasukkan dua mobil yang mengangkut karyawan. Padahal sejak pukul 06:00 WIB, dua pintu masuk sudah dijaga oleh massa. 

Menyikapi hal itu, Ketua GMBI, Sugeng, meminta semua anggotanya tetap tenang. Sekaligus tidak terpancing provokasi yang nanti merugikan tujuan aksi tersebut.

Baca Juga :   Pertamina EP Bahas Dokumen UKL dan UPL Tapen 3

“Aksi ini damai jangan ada ricuh,” pinta pria humanis itu.

Senada yang disampaikan Kepala Desa Bulurejo, Yauri. Dia berharap semua keamanan tidak melakukan hal yang memicu kondisi memanas. Kedatangan warga Semutan bersama LSM GMBI hanya menuntut hak kompensasi, yang sudah dua tahun belum terealisasi. 

“Kami minta pengawalan dari keamanan,” pinta pria flamboyan itu.

Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari manajemen JOB P-PEJ perihal tuntutan warga maupun insiden ricuh antara demonstran dan keamanan. (aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *