SuaraBanyuurip.com -Â Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro– Terkuaknya penipuan tenaga kerja (Naker) proyek Unitisasi Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (J-TB) belum lama ini meresahkan sejumlah Kepala Desa (Kades) sekitar wilayah operasi J-TB. Sebelum penipuan Naker ini terkuak, sejumlah kades mengaku sudah banyak mendengar.Â
Sebagaimana diungkapkan Kades Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Sapani. Dia mengungkapkan informasi soal perekrutan tenaga kerja di desanya sempat membuatnya resah. Bahkan, berdasarkan informasi yang dia terima, modus perekrutan telah mencatut namanya.Â
“Nama saya infonya pernah digunakan dalam perekrutan. Katanya sudah seizin kepala desa,” ungkapnya belum lama ini menanggapi terkuaknya penipuan tenaga kerja J-TB.
Sapani mengaku, tidak tahu persis kemungkinan ada tidaknya warganya yang menjadi korban penipuan. Hanya saja, dia menghimbau agar warganya tidak mudah menerima informasi lowongan pekerjaan di J-TB. Terlebih dengan meminta sejumlah uang.Â
“Dan terpenting selalu berkoordinasi dengan pemerintah desa karena mereka profesional dan mengatasnamakan dari perusahaan,” imbuhnya.Â
Senada diungkapkan Kades, Kaliombo, Dasmin. Dia mengaku informasi perihal perekrutan tenaga kerja juga santer di wilayahnya. Khususnya menyasar ke para pemuda yang ingin bekerja di proyek J-TB.
“Informasi perekrutan tenaga kerja sempat saya dengar. Kalau pun dimintai uang saya sarankan agar meminta tanda terima agar suatu saat bisa dipertanggungjawabkan,” ucapnya.Â
Karena itu, ia meminta agar Pertamina EP Cepu (PEPC), sebagai operator J-TB dan instansi terkait tetap mengintensifkan koordinasi dengan Pemerintah Desa. Apalagi Desa Kaliombo termasuk desa terdampak proyek J-TB.
“Kami minta setiap membutuhkan naker PEPC segera berkoordinasi dengan Pemdes sekitar project,†pungkasnya.(Roz)