SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Puluhan kontraktor dari Gabungan Pelaksana Kontruksi Nasional Indonesia (GAPENSI) bersama ratusan orang pendukung melakukan demo di Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga Penataan Ruang, Jalan Lettu Suyitno, Bojonegoro, Jawa Timur, untuk menuntut pembayaran proyek senilai Rp30 miliar segera dilakukan.Â
“Saya memfasilitasi teman-teman kontraktor di Gapensi untuk menagih DPU segera melakukan pembayaran yang dijanjikan akhir Januari 2018 lalu,” kata Ketua DPD Gapensi Jatim, Ali Huda, kepada Suarabanyuurip.com, Kamis (22/2/2018).Â
Dalam mediasi yang dilakukan hari ini bersama DPU Bina Marga dan Penataan Ruang, telah disepakati pencairan dilakukan hari ini setelah ada kelengkapan berkas dari kontraktor.
“Hari ini juga bisa langsung dicairkan,” tukasnya.Â
Pihaknya meminta kepada DPU Bina Marga dan Penataan Ruang supaya segera memproses pencairan bagi kontraktor yang sudah memenuhi persyaratan administrasi. Selama ini, para kontraktor telah memenuhi persyaratan, hanya saja terkendala dengan pergantian pejabat baru yang akhirnya menjadi penghambat.  Â
“Masa minta tanda tangan pejabat terkait saja harus menunggu waktu yang cukup lama,” tandasnya.Â
Sementara itu, Kepala DPU Bina Marga dan Penataan Ruang, Andy Tjandra, menegaskan, pada minggu ke 3 Januari 2018 sebenarnya uang pembayaran proyek sudah bisa dicairkan. Hanya saja, masih banyak kontraktor yang belum memenuhi syarat administrasi.Â
“Total ada 32 kontraktor dengan nilai Rp4,2 Miliar yang belum terbayarkan. Sisanya sudah ada yang dibayar,” tandasnya.Â
Pihaknya menegaskan, akan melakukan proses pencairan secepat mungkin dengan catatan para kontraktor juga melengkapi berkas administrasi sampai dengan akhir bulan ini.(rien)