SuaraBanyuurip.com -Â
Bojonegoro – Kerugian sementara akibat banjir luapan Sungai Bengawan Solo yang melanda wilayah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, sejak Jumat – Sabtu, (23 – 24/2/2018), mencapai Rp2.708.500.000. Kerugian ini diperkirakan masih terus bertambah karena wilayah Bojonegoro bagian timur mulai tergenangi.
“Itu data saat pukul 24.00 dan ketinggian kala itu masih 15.06 peilschal,” kata Kepala Bagian Humas dan Protokol Bojonegoro, Heru Sugiharto, melalui siaran persnya yang diterima suarabanyuurip.com, Sabtu (24/2) pagi tadi.
Berdasarkan laporan yang masuk di BPBD pukul 24.00 WIB, jelas Heru, sebanyak 2.222 kepala keluarga ( KK) di 71 desa di 11 Kecamatan tergenang, dan 311 jiwa mengungsi. Banjir juga merendam areal pertanian utamanya tanaman padi seluas 1.015 hektar, 1.015 hektar tanaman polowijo dan 623 hektar pekarangan milik warga.Â
Jumlah fasiitas umum yang tergenang antara lain 1 TK, 14 gedung Sekolah Dasar dan 6 masjid, 4 mushola. Jalan desa yang tergenang banjir sepanjang 19.436 meter dengan ketinggian bervariasi. Jalan lingkungan sepanjang 4.000 meter.Â
“Kini sudah turun berarti akan ada perubahan data terdampak,” ucap Heru.
Sejak pukul 01.00 WIB Tinggi Muka Air Sungai Bengawan Solo yang terpantau di papan duga Taman Sungai Bengawan Solo di angka 15.04 peilschal kemudian pukul 02.00 WIB diangka 15.03 . Pukul 04.00 terpantau 14.95 peilschal atau sudah turun di status siaga 2 atau siaga hijau.
Pada pukul 06.00, Bojonegoro sudah di siaga kuning dengan ketinggian air di papan duga karangnongko Desa Luwihhaji, Kecamatan Ngraho 26.86 peilschal. Sedangkan di TBS di angka 14.94. Sedangkan pada pukul 07.00 WIB ketinggian air sudah turun 4 cm diangka 14.90 peilschal.Â
Meski di wilayah kota Bojonegoro debit air sudah turun, namun daerah hilir seperti kecamatan Kanor dan Baureno dipastikan tetap terdampak. Karena air Bengawan Solo di wilayah barat akan mengalir ke timur.
“Tetap waspada dan jangan menjadikan banjir sebagai sebuah bencana, kita tetap bahagia dan produktif,” pesan Heru.(rilis pemkab)