SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Warga Desa Kauman, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengkhawatirkan longsor sungai Bengawan Solo mendekati permukiman warga. Rumah warga berada di bantaran sungai Bengawan Solo.
“Hampir setiap tahun pasti tanah makin terkikis. Karena ketika hujan, air sungai sangat deras. Dan itu, penyebab utama terkikisnya tanah, kami sangat mengkhawatirkan hal itu.†kata Rahmat Yulianto, Rabu (9/9/2020).Â
Warga asal Desa Kauman itu mengatakan, warga makin terancam ketika air sungai pasang. Karena itu sangat membahayakan. “Tanah setiap tahun makin terkikis. Tapi, belum ada tindakan sama sekali dari pemerintah,†imbuh pria 49 tahun itu.
“Kegiatan penambang pasir, juga sangat mempengaruhi. Dan derasnya air sungai, apalagi kalau sedang musim hujan,†jelasnya.
Dia mengatakan, makin hari tanah warga makin habis. Warga merasa tidak aman dengan kondisi tanah yang terus terkikis air sungai.
“Makin lama longsornya menuju rumah warga,†katanya.Â
Kepala Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Nadif Ulfia menjelaskan, ada 18 titik kecamatan rawan longsor di bantaran sungai Bengawan Solo. Khususnya di Kecamatan Bojonegoro rawan potensi longsor.
“Yakni, Desa Kauman, Jetak dan Klango sudah terlihat dampaknya,†ujarnya saat ditemui di kantor.
Dia menambahkan, memang dampaknya sudah tampak jelas. Apalagi ketika melewati bundaran Jetak pasti akan terlihat jelas tanah yang terkikis. BPBD menunggu laporan dari pihak kecamatan.
“Jika memang sudah ada, kami akan koordinasi dengan badan besar wilayah sungai (BBWS),†ujarnya. (jk)