SuaraBanyuurip.com -Â Samian Sasongko
Bojonegoro – Rusaknya jembatan menuju proyek Unitisasi Lapangan Gas Jambaran – Tiung Biru (J-TB) hingga saat ini belum mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, maupun pihak terkait lainnya. Padahal rusaknya jembatan tersebut sudah terjadi sejak tahun 2016 silam.
Jembatan rusak itu masuk wilayah Desa Ngadiluwih, dan Desa Ngasem, Kecamatan Ngasem. Panjangnya sekira 12 x 3,5 meter.
Kerusakan terjadi pada bagian pagar besi jembatan yang sudah usang. Parahnya, kayu yang menjadi alas jembatan putus sehingga membentuk lobang. Kondisi ini selain mengganggu arus lalu lintas, juga membahayakan penguna jalan.
Seorang penguna jalan, Lahir, mengaku, sangat prihatin belum dibangunnya jembatan tersebut oleh Pemkab Bojonegoro maupun operator J-TB, Pertamina EP Cepu (PEPC).
“Kalau tidak segera ditangani bisa mengancam keselamatan pengendara yang melintas,†kata Lahir, kepada Suarabanyuurip.com, Minggu (25/2/2018).
Pembangunan jembatan ini perlu segera dilakukan. Karena selain jalur utama menuju lahan pertanian warga, juga sebagai jalur menuju lokasi produksi minyak dan gas bumi (Migas) baik JTB di Desa Bandungrejo maupun ke Lapangan minyak Banyuurip, Blok Cepu di Kecamatan Gayam, yang menghasilkan nilai miliaran rupiah.
“Jalan itu kan jalan poros satu-satunya Bandungrejo-Ngasem, kalau tidak segera diperbaiki kan tambah mempersulit warga sekitar,” ujar pria yang berdomisili di Desa Kolong, Kecamaran Ngasem usai melintasi jembatan.
Dia berharap Pemkab Bojonegoro maupun PEPC segera memperhatikan pembangunannya, agar dapat memperlancar arus lalu lintas, dan memudahkan petani beraktivitas.
“Kalau jalannya baik tentu perekonomian warga sekitar bisa meningkat karena mudah untuk mengangkut hasil panennya,” tandasnya.
Sementara disuatu kesempatan, Camat Ngasem Machmuddin, mengaku, kerusakan jembatan tersebut sudah dilaporkan ke Pemkab Bojonegoro dan PEPC.
“Sudah dicek, dan semoga saja segera dibangun, Mas,” sambung Machmuddin.
Jembatan tersebut pada tahun 2017 pernah mendapatkan bantuan dari PT Pembangunan Perumahan (PP), kontraktor PEPC, berupa papan kayu untuk mengganti yang rusak.(sam)