SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan – Joko Sutrisno (52), warga Kelurahan Banaran, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, terpaksa digotong anggota polsek, koramil dan perangkat desa setempat untuk mendapatkan perawatan medis setelah terpeleset saat membersihkan rumahnya akibat dilanda luapan Sungai Bengawan Solo.Â
Beruntung tidak terjadi luka serius pada diri korban setelah dilakukan pemeriksaan di pos kesehatan setempat.
“Dia selama ini sudah sakit-sakitan,” kata Lurah Banaran, Cucuk Subagiyana kepada suarabanyuurip.com, Selasa (27/2/2018).
Kelurahan Banaran selama ini menjadi langganan banjir setiap musim penghujan. Wilayah yang berbatasan dengan Kecamatan Boureno, Kabupaten Bojonegoro, ini ‘dipagari ‘oleh aliran sungai Bengawan solo.
“Setiap tahun sini selalu kebanjiran akibat luapan Sungai Bengawan Solo,” ungkapnya.
Dari pendataan sekitar 75 rumah warga terendam banjir dengan ketinggian mencapai 40 centimeter.
Sudah empat hari ini wilayah tersebut dilanda banjir. Namun sebagian besar warga memilih bertahan dirumah.
Saat ini kondisi banjir mulai surut. Namun warga diminta untuk tetap meningkatkan kewaspadaan.
“Kami terus bersiaga karena hujan masih tinggi intensitasnya, ” ujarnya.
Sementara di Kelurahan Babat banjir merendam sedikitnya 94 rumah warga. Petugas dari Kelurahan Babat telah memasang beberapa dorlat untuk mencegah luapan air Bengawan solo menerjang pemukiman warga.
“Pegawai Kelurahan telah turun memasang dorlak agar banjir tidak semakin meluas,” cetus staf Kelurahan Babat, Ali Nagara.(tok)