SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Setelah empat hari banjir luapan Bengawan Solo merendam empat kecamatan di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, hari ini semua wilayah terdampak banjir dinyatakan berstatus aman. Relawan tim siaga bencana, dan manajemen SDN Ngadirejo II, Kecamatan Rengel langsung melakukan bersih-bersih lumpur.
“Banjir telah merendam SD sejak hari Sabtu-Selasa,” ujar Kepala Sekolah SD Ngadirejo II, Sumiyati (56), kepada suarabanyuurip.com, saat dikonfirmasi disela-sela bersih-bersih lumpur, Rabu (28/2/2018).
Sumiyati mengaku, air bah masuk di halaman sekolah pada hari Sabtu siang pekan lalu. Pagi harinya kegiatan belajar mengajar masih normal, karena belum ada himbauan dari pemerintah.
Akibat terendamnya sekolah di tepi sungai terpanjang di Pulau Jawa itu, sebanyak 98 siswa dari kelas 1 sampai 6 harus belajar di rumah selama empat hari. Rencananya setelah bersih-bersih selesai, khusus kelas 6 harus tetap masuk karena harus mengikuti tryout.
Sedangkan untuk siswa kelas 1 sampai 5, disarankan tetap belajar di rumah sampai kondisi kelas membaik. Diharapkan orang tua siswa memaklumi keputusannya, karena kondisi kelas tidak memungkinkan dipakai untuk belajar.
Dibandingkan banjir di tahun 2017, pihaknya mengaku lebih siap menghadapi banjir awal tahun ini. Sejak ada informasi kenaikan Tinggi Muka Air (TMA) di Siaga Kuning, seluruh berkas kantor dan buku belajar langsung diamankan.
“Tahun ini kami lebih siap sehingga tak ada buku yang rusak,” terang perempuan murah senyum itu.
Sementara, ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Rengel, Sugeng Harianto, langsung menggerakkan tim siaga bencana kecamatan untuk membersihkan sekolah dan tempat ibadah. Pembersihan lumpur akan dilakukan bertahap, sampai berfungsi seperti sedia kala.
“Sementara fokus di Desa Rengel dan Ngadirejo,” sergahnya.
Pria yang juga menjabat Ketua Pos Kesehatan Rengel ini, mengaku sudah siap sejak banjir melanda wilayahnya. Pertolongan pada warga terdampak banjir dilakukannya, sesuai dengan situasi dan kondisi di lapangan.
“Kami targetkan pembersihan ini cepat selesai supaya anak-anak kembali sekolah,” jelasnya.
Data yang dihimpun dari BPBD, di Kecamatan Rengel ada 13 desa yang terdampak banjir Bengawan Solo. Diantaranya Desa Maibit ada 100 hektare, Desa Pekuwon ada 3 hektare sawah, Desa Bulurejo ada 172 Kepala Keluarga (KK), 1.500 meter jalan poros desa, 3 sekolah, 1 masjid, dan 200 hektare sawah.
Desa Karangtinoto ada 37 Kk, 3.500 meter jalan poros desa, 500 meter jalan lingkungan, 4 sekolah, 357 hektare sawah. Desa Tambakrejo ada 43 Kk, 6.000 jalan poros desa, 3.000 meter jalan lingkungan, 3 sekolah, 1 masjid, 140 hektare sawah, 20 hektare tegal, 43 hektare pekarangan. (Aim)