SuaraBanyuurip.com – Ali Imron
Tuban – Jalan longsor di Dusun Kedungkebu, Desa Ngrayung, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, ditanggapi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat. Tahun ini, Pemkab Tuban, mengaku telah menyiapkan dana dari APBD sebesar Rp500 juta untuk penguatan tebing jalan.
Jalan longsor tersebut terletak 3 Kilometer (Km) lebih dari Lapangan Migas Tapen yang dioperatori Pertamina Eksplorasi Produksi (EP) Asset 4 itu. Kondisi itu terjadi sejak 20 tahun silam karena terkikis luapan Kali Kening anak Sungai Bengawan Solo.Â
“Tahun ini sudah kita anggarkan Rp500 juta,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tuban, Choliq Qunnasich, melalui pesan yang dikirimkan kepada suarabanyuurip.com, Kamis (1/3/2018).
Choliq sapaan akrabnya meminta masyarakat setempat untuk bersabar. Karena penguatan tebing sudah diusulkan bahkan tinggal pelaksanaan.Â
Menurut dia, penanganan Kali Kening merupakan kewenangan Balai Besar Bengawan Solo. Â Namun setiap kali Pemkab Tuban mengusulkan tidak pernah ditindaklanjuti. Akhirnya Pemkab Tuban yang menindaklanjutinya karena lingkungan tersebut sangat kritis, dan mengancam pemukiman penduduk.
“Oleh karena itu sering kita terpaksa harus menangani seperti di Ngrayung,” jelasnya.Â
Warga setempat, Sujadi (75), menunjukkan dampak luapan Kali Kening menyebabkan badan jalan tinggal separuh dan mengganggu aktifitas warga sekitar. Untuk pengguna kendaraan roda dua maupun empat, harus bergantian lewat untuk selamat.Â
Sebelum Sujadi dan istrinya, Kholisun (62), berdomisili di tepi anak sungai terpanjang di Pulau Jawa, itu masih ada tujuh sampai delapan rumah di sebelahnya. Sedangkan di pekarangan belakang rumahnya, masih bisa ditempati tiga rumah.Â
Berjalannya waktu, sedikit demi sedikit tepi sungai tergerus dan delapan rumah sebelah kanan rumahnya telah pindah ke tempat aman. Sekarang akses jalan juga tergerus, tinggal separuh dan sangat berbahaya bagi siapa saja yang melintas.
“Inisiatif warga dipasangi beberapa bambu sebagai tanda bahaya,” bebernya.Â
Lebih parahnya saat malam hari, akses jalan di dekat sumber minyak Tapen tersebut sangat gelap gulita. Penerangan hanya mengandalkan lampu di teras warga.Â
“Kami harap tebing segera diperbaiki supaya warga nyaman saat melintas,” pungkasnya. (aim)