Titipan Jokowi Jelang Pesta Demokrasi

Jokowi bersama Istri

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban– Usai berdialog dengan para petani di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo menitipkan satu hal untuk semua masyarakat menjelang pesta demokrasi baik itu pilihan Bupati, pilihan Gubernur, pilihan Walikota, maupun pilihan Presiden.

Mantan Gebernur DKI Jakarta itu berpesan kepada masyarakat Indonesia agar tetap menjaga kerukunan dan persaudaran meski berbeda pilihan. 

“Ini titipan saya untuk seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Jokowi, setelah membuka panen raya di RPH Ngimbang, BKPH Sundulan, Desa Ngimbang, Kecamatan Palang, Jumat (9/3/2018).

Negara Indonesia adalah negara besar dan memiliki banyak suku. Tak kurang dari 714 suku yang berbeda-beda, dan memiliki 1.100 lebih bahasa lokal. Selain itu, Jokowi menegaskan Indonesia juga memiliki 13 ribu pulau. Artinya 268 juta penduduk Indonesia, telah hidup di pulau-pulau tersebut mulai dari Sabang sampai Merauke dan Pulau Miangas hingga Pulai Rote.

Di hadapan ribuan petani dari Kabupaten Tuban, Malang, Blitar, dan Bojonegoro, Jokowi berpesan, walaupun berbeda-beda suku untuk tetap menjaga menjaga persatuan, kesatuan, dan persaudaraan.

Baca Juga :   Kartar Ngloram Ingin Terlibat Pembangunan Bandara

“Semua  harus sadar, dengan berbeda suku semua adalah saudra setanah air. Jangan sampai gara-gara pesat demokrasi kita menjadi pecah dan tidak menyapa,” tegas mantan Walikota Solo itu.

Sekarang sudah mulai banyak kabar fitnah, dan bohong menyebar. Khususnya di media sosial juga banyak yang mencela, membenci, mencaci, maupun saling menyalahkan antar sesama. Padahal, sikap tersebut bukan etika, norma, maupun tatakrama yang dimiliki Indonesia.

“Silahkan pilih bupati, gubernur, walikota, maupun presiden yang terbaik menurut kalian. Setelah itu rukun, dan menjadi saudara kembali. Menyikapi pesta demokrasi tentu harus dewasa. Pesta demokrasi jangan menjadikan kita tak menyapa tetangga maupun antar kampung, rukunlah,” pinta Jokowi.

Jokowi mengingatkan, negara Indonesa terlalu besar, jika hanya dikorbankan untuk hal-hal seperti itu.

“Mulai sekarang semuanya harus rukun karena sudah menjadi saudara sebangsa dan setanah air,” pesannya. (aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *