BEM se-Tuban Salurkan Sembako untuk Korban Banjir

mahasiswa tuban salurkan bantuan banjir

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas (BEM) se-Tuban, Jawa Timur, menyalurkan Rp4,9 juta kepada 300 Kepala Keluarga (KK) korban banjir di Desa Ngadirejo, Kecamatan Rengel. Bantuan sosial yang dirupakan Sembako tersebut, merupakan wujud kepedulian mahasiswa atas bencana tahunan luapan Sungai Bengawan Solo.

“Kegiatan sosial ini sebagai bentuk partisipasi dan peduli kita terhadap sesama,” ujar koordinator pelaksana Firman Hadi, melalui pesan singkat yang diterima suarabanyuurip.com, Sabtu (10/3/2018).

Pemuda yang menjabat Presiden Mahasiswa (Presma) Stikes NU tersebut, menjelaskan, penyerahan bantuan difokuskan di Desa Ngadirejo karena dinilai titik paling terdampak banjir. Diharapkan bantuan pasca bencana ini, sedikit membantu meringankan beban keluarga di daerah jalur pipa minyak dari Lapangan Banyuurip, Blok Cepu ini.

Sementara, Presma Universitas Sunan Bonang (Unang) Tuban, Ahmad Arifudin, menambahkan, agenda ini selain memupuk rasa jiwa sosial juga untuk kekompakan BEM se-Tuban. Dimana kesempatan ini menjadi ajang silaturahmi antara BEM Unang, BEM Unirow, BEM Stitma, dan BEM Stikes NU Tuban.

Baca Juga :   Polres Tuban Kerahkan 697 Personil

“Untuk penggalangan dana kami lakukan pada tanggal 6 Maret 2018 di bundaran Patung Letda Soecipto,” sergahnya.

Perwakilan BEM Unirow Tuban, Dirda Ahmad, merinci isi Sembako yang diberikan warga meliputi, beras, minyak goreng, dan mie instan. Sekalipun nilainya kecil, tapi kepedulian ini murni inisiatif dari mahasiswa yang belajar di Bumi Wali (sebutan lain Tuban).

Salah satu warga Ngadirejo, Kasni yang sehari-hari menjadi buruh tani mengaku senang mendapatkan bantuan sembako. Pasca banjir, dia mengaku kesulitan biaya hidup dikarenakan sawahnya rusak dan kondisi ekonomi belum stabil.

“Alhamdulilah saya senang sekali, Mas,” terangnya sambil tersenyum.

Sebatas diketahui, data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Tuban menyebut untuk Kecamatan Widang semua lahan pertanian sudah panen. Di Kecamatan Soko ada 140 hektare sawah terdampak banjir, dan yang masih ada tanamannya hanya 72 hektare.

Sedangkan untuk Kecamatan Rengel ada 549 hektare lahan terdampak, dan semua masih ada tanamannya. Sementara di Kecamatan Plumpang untuk tanaman padi yang terendam ada 5 hektare, dan jagung ada 20 haktare. Dengan total kerugian mencapai Rp3 miliar. 

Baca Juga :   Diduga Ada Kecurangan, Moch Lahir : Harus Dihitung Ulang dan Oknum Pelakunya Ditindak Tegas

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban, di Kecamatan Rengel ada 13 desa yang terdampak banjir Bengawan Solo. Diantaranya Desa Maibit ada 100 hektare, Desa Pekuwon ada 3 hektare sawah, Desa Bulurejo ada 172 Kepala Keluarga (Kk), 1.500 meter jalan poros desa, 3 sekolah, 1 masjid, dan 200 hektare sawah.

Desa Karangtinoto ada 37 Kk, 3.500 meter jalan poros desa, 500 meter jalan lingkungan, 4 sekolah, 357 hektare sawah. Desa Tambakrejo ada 43 Kk, 6.000 jalan poros desa, 3.000 meter jalan lingkungan, 3 sekolah, 1 masjid, 140 hektare sawah, 20 hektare tegal, 43 hektare pekarangan. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *