BBS Belum Mengatahui Kelanjutan Progres GPF J-TB

aktivitas alat berat di lokasi GPF

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS), mengaku, belum mengetahui kelanjutan progres pekerjaan proyek Engineering Procurement and Constructions (EPC) Gas Processing Facility (GPF) Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (J-TB) dari PT Rekayasa Industri (Rekind) kontraktor Pertamina EP Cepu (PEPC) sejak diumumkannya lolos verifikasi daftar subkontraktor yang berpeluang mendapatkan pekerjaan nantinya (Approval Manufactur List/AML).

“Setelah pengumuman AML bulan Desember sampai sekarang belum ada informasi lagi dari PT Rekind,” kata Direktur Operasional PT BBS, Tonny Ade Irawan, kepada Suarabanyuurip.com, Senin (12/3/2018).

Menurutnya, kabar terakhir yang didapat, PT Rekind belum melakukan pekerjaan besar karena masih menunggu review atau perbaikan desain J-TB. Sehingga, apabila ada pekerjaan sekecil apapun yang sudah dilakukan, PT Rekind harus segera memberikan informasi lanjutan.

“Yang jelas, kontraktor lokal harus ikut terlibat,” tegasnya.

Pihaknya optimis, 10 perusahaan yang sudah dirilis oleh PT Rekind waktu lalu bisa menjadi vendor untuk pekerjaan di proyek EPC-GPF. Sehingga, PT BBS bisa menggandeng kontraktor lokal yang tidak lolos verifikasi AML sebagai suplier.

Baca Juga :   Tripatra Akui Mulai Ada Surplus Naker

“Ya jelas, harus bisa jadi vendor. Kan kita sudah dinyatakan lolos AML,” tegasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Site Manager PT Rekind, Zainal Arifin, saat dikonfirmasi suarabanyuurip.com belum memberikan konfirmasinya terkait hal ini.

Pantauan dilapangan sudah ada alat berat telah melakukan aktivitas di lokasi proyek GPF J-TB yang masuk wilayah Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *