SuaraBanyuurip.com -Â G Citrapati
Bojonegoro – Tingginya intensitas hujan mengguyur sekitar proyek Unitisasi Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (J-TB) dan Lapangan minyak Banyuurip, Blok Cepu, sejak pukul 15.00 WIB membuat sungai sekitar tak mampu mengalirkan air dengan sempurna.
Tak pelak membuat air meluber ke area persawahan warga hingga menggenangi jalan dan lokasi well pad C Banyuurip di Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Bojonegoro, Jawa Timur, Minggu (11/3/2018).
“Saking derasnya hujan debit air tinggi jadi sungai yang ada tak mampu menampung dan mengalirkan secara cepat akibatnya meluber ke sawah dan menggenangi jalan serta lokasi well pad C,” kata warga Gayam, Kustam, kepada suarabanyuurip.com.
Warga ring satu proyek migas Banyuurip ini menjelaskan, meski belum total namun kondisi air sudah mulai surut.
“Air mengalir dari berbagai titik, mulai dari lingkungan warga, hutan menjadi satu ke sungai turut Desa Gayam,” ujar Kustam yang karib disapa Pak Endang ini.
Warga lain, Sujud, menambahkan, beruntung sebagian tanaman padi di sekitar sudah panen. Jika belum dimungkinkan luapan air sungai tersebut bisa merusaknya.
“Semoga banjir seperti ini tidak datang lagi,” pungkasnya.(citra)