Banjir Kembali Terjang Empat Kecamatan di Tuban

BANJIR TUBAN

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban - Di awal tahun 2018, empat kecamatan di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, kembali diterjang banjir luapan Sungai Bengawan Solo. Mulai Kecamatan Soko, Rengel, Plumpang, dan Widang menjadi langganan banjir, dikarenakan belum ada tanggul permanen di sepanjang tepi sungai terpanjang di Pulau Jawa tersebut.

“Ada 144 Kepala Keluarga (KK) di Dusun Pencol, Desa/Kecamatan Widang yang terendam banjir,” ujar Ketua RT 8, Desa Widang, Sudiono, saat dikonfirmasi di lokasi banjir, Rabu (14/3/2018).

Dari 144 KK di wilayahnya, sudah ada tujuh KK yang mengungsi sementara di atas tanggul dengan difasilitasi tenda oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban. Selain itu, beberapa kambing warga yang hidup di dalam tanggul juga diungsikan dekat tenda BPBD.

“Selama banjir belum parah, warga masih enggan mengungsi,” terangnya.

Kepala BPBD Tuban, Joko Ludiono, terus menghimbau masyarakat Bumi Wali (sebutan lain Tuban) untuk mewaspadai bencana hidrometeorologi. Banjir luapan Bengawan Solo sampai sekarang, masih menjadi ancaman serius bagi empat kecamatan.

“Alhamdulillah Tinggi Muka Air (TMA) di titik pantau Bojonegoro sudah Siaga Hijau (SH) dan terus turun debitnya,” sergah Joko.

Baca Juga :   Din Samsudin : Bubarkan Densus 88

Data yang tercatat di BPBD Tuban, ada enam desa di Kecamatan Widang yang terdampak banjir. Diantaranya untuk di Desa Ngadipuro ada 20 KK di Dusun Jepuro, dan 15 KK Dusun Klewer tergenang. Di Desa Patihan ada 21 KK dan satu Musholla di Dusun Tanggir tergenang.

Di Desa Widang ada 144 KK, tiga TPQ, 45 hektare tegal di Dusun Pencol terendam. Sedangkan di Dusun Mandungan juga ada 34 KK, 1 TPQ, dan 20 hektare sawah tergenang banjir. Ditambah Dusun Widang ada 2 KK, sawah 10 hektare yang terdampak banjir.

Untuk di Kecamatan Plumpang, di Desa Kebomlati ada tiga masjid, tujuh sekolah, dan 26 musholla, 322 KK Dusun Boan, 370 KK Dusun Mlaten, dan 207 Dusun Ngeblek terdampak.

“SDN 1 Kebomlati, MI Islamiyah Kebomlati, MTs Kebomlati, 2 Paud, dan 2 TK juga diliburkan sementara,” jelasnya.

Di wilayah Kecamatan Soko atau sekitar Lapangan Migas Mudi, Blok Tuban, ada dua desa yang terdampak yakni Desa Kenongosari, dan Glagahsari. Air luapan hanya menggenangi poros jalan dan persawahan di desa-desa yang terdampak, namun belum sampai ke pemukiman warga. Sedangkan tinggi air saat ini kurang lebih 30cm, namun masih bisa di lewati oleh kendaraan bermotor.

Baca Juga :   Kuswiyanto Serap Aspirasi Peternak Sapi Bojonegoro

Terakhir di Kecamatan Rengel ada enam desa yang terdampak. Diantaranya, di Desa Kanorejo yang terkena banjir meliputi, 200 hektare sawah, 30 hektare tegal, 15 hektare pekarangan, 20 KK, 1 unit SD, 1 unit Paud, 1 Km jalan poros desa, 3 Km jalan lingkungan, dan 2,5 Km jalan PU.

“Titik kumpul evakuasi anak sekolah saat ini masih bisa di lakukan di Balai Desa Kanorejo,” tambahnya.

Desa Tambakrejo ada 3 KK di Dusun Klubuk, dan 7 Kk di Dusun Tambak Grajagan yang terdampak. Desa Ngadirejo ada 120 hektare sawah, 15 hektare tegal, 15 KK, 2 unit SD, 1 unit TK, 1 Km jalan poros desa, dan 3 Km jalan lingkungan.

Desa Sumberejo, Rengel yang terdampak banjir meliputi, 5 KK Dusun Sugihan, 7 KK Dusun Glonggong, 50 KK Dusun Lampah, 15 hektare sawah, 12 hekatre tanaman padi, dan 7 hektare tegalan. Sedangkan di Desa Bulurejo atau sekitar Pad C Mudi, genangan hanya di pekarangan rumah warga dan SD Bulurejo 1.(Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *