Belum Setahun, Plengseng Bengawan Solo Longsor

plengsengan longsor

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Bangunan plengseng Bengawan Solo di Desa Gadon, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, longsor akibat gerusan air. Padahal, bangunan tersebut belum ada satu tahun diselesaikan.

“Kejadiaanya sekitar pukul 15.30 WIB,” Kata Kepala Desa Gadon, Sumarno, Rabu (14/3/2018) sore.

Menurutnya, longsornya plesengan Bengawan Solo disebabkan gerusan air setelah sehari sebelumnya tinggi muka air mengalami peningkatan cukup signifikan.

“Sebenarnya sudah banyak pihak yang membicarakan potensi longsor lokasi itu. Dan hari ini ternya menjadi kenyataan,” ujarnya.

Lebih lenjut dia menjelaskan, bahwa pekerjaan tersebut ditengarai tidak ada paku bumi (tiang pancang). “Yang saya tau tidak ada, hanya ada semacam gorong-gorong lalu diberi pipa,” ungkapnya.

Pekerjaan yang menghabiskan anggaran sekira Rp400 juta dari APBD Perubahan tersebut, menurutnya, belum ada satu tahun diselesaikan. “Kurang lebih 6 bulan, baru anggaran perubahan 2017 kemarin kok, Mas,” tuturnya.

Sekarang ini secara perlahan semakin melebar dan memanjang. Bahkan jalan utama penghubung Desa Gadon dengan Desa Ngloram tersebut berpotensi putus. “Kalau kondisinya seperti ini jalan bisa putus. Dan jalan harus dialihkan ke jalan lain yang harus memutar lebih jauh,” tandasnya.

Baca Juga :   Tinggalkan Selingkuhan di Hutan Pria Ditangkap Polisi

Untuk sementara masih bisa dilalui kendaraan roda dua. Agar tidak membahayakan pengguna jalan pihaknya akan memberikan penerangan. “Malam ini kami beri lampu penerangan untuk peringatan, serta mengajak warga untuk selalu memantau perkembangan,” jelasnya.

Sementara, anggota Tim Respon Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora, Agung Tri, menjelaskan, naiknya debit bengawan solo wilayah Babupaten Blora pada tanggal (13/3/2018), wilayah bantaran bengawan solo di Desa Gadon.

“Membuat longsor sepanjang 25 meter (m) dan rekahan skitar 5-10cm.saat ini tanah terus bergerak dan rekahan semakin melebar,” terangnya.

Kejadian ini, lanjut dia, berpotensi mengganggu arus lalu lintas, karena putusnya jalan desa. Kendaraan besar tidak bisa melalui jalur tersebut.

“Langkah awal yang kami lakukan adalah dengan memberi rambu peringatan kepada pengguna jalan dan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak beraktivitas disekitar lokasi kejadian,” ungkapnya. (ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *