SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Komisi C, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengaku terus mengawal kegiatan industri minyak dan gas bumi (migas) di bumi Angling Dharma (sebutan lain Bojonegoro). Termasuk juga serapan tenaga kerja (Naker) lokal.
“Di sektor migas, keberadaan Naker unskill atau tidak memiliki keterampilan khusus harus terserap seratus persen,” kata Ketua Komisi C, Sally Atyasasmi, saat ditemui Suarabanyuurip.com di kantornya, Selasa (20/3/2018).
Untuk pengawasan serapan Naker lokal, Komisi C terus melakukan koordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker).
“Dalam waktu dekat, kami juga akan mengundang Disperinaker untuk mengupdate apakah naker lokal sudah terserap semua,” tandas politisi Partai Gerindra ini.
Tidak hanya di Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (J-TB) saja, tetapi juga Lapangan Migas lainnya seperti Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, Lapangan Sukowati, Blok Tuban, dan juga Sumur Tua.
“Semangatnya untuk percepatan peningkatan ekonomi masyarakat Bojonegoro, ya,” pungkasnya.(rien)Â