SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Bupati Tuban, Jawa Timur, Fathul Huda, berkomitmen merampungkan pembebasan tanggul penghalau banjir luapan Sungai Bengawan Solo di akhir jabatannya tahun 2021. Janji tersebut disampaikan melalui juru bicara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban, setelah sebuah rumah bagian dapur milik warga Desa Tambakrejo, Kecamatan Rengel ambruk terkikis air sungai hari Senin (19/3/2018).
“Komitmen Bupati Tuban untuk dapat menyelesaikan masalah banjir di Rengel, Soko dan sekitarnya ditargetkan pada akhir masa jabatan ke 2 ini dapat tuntas,” terang Kabag Humas dan Protokol Setda Tuban, Rohman, Ubaid, melalui pesan singkat yang diterima suarabanyuurip.com.
Ubaid menjelaskan, khususnya terkait penyediaan lahan untuk tanggul telah menjadi bagian tanggung jawab Pemkab Tuban. Untuk realisasi pembangunan fisiknya tergantung dari keseriusan Pemerintah Pusat yakni Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo untuk membangun tanggul tersebut.
Sampai saat ini Pemkab baru dapat membebaskan sepanjang 1,5 Kilometer (Km) dari keseluruhan sepanjang 35 Km. Untuk anggaran pembebasan, Pemkab sudah menyiapkan di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) mulai tahun 2015/2016 namun tidak terbelanjakan karena kendala proses tekhnis administratif obyek tanah.
Sedangkan di tahun 2018 ini, Pemkab kembali mengalokasikan APBD Rp24 miliar untuk pembebasan lahan tersebut. Apabila masih ada kendala, pihaknya akan menyiapkan langkah taktis pembebasan kolektif bersama tim tekhnis.
Pada pemberitaan sebelumnya, Kepala Desa Tambakrejo, Kecamatan Rengel, Karsilan, berharap Pemkab segera merampungkan pembebasan lahan untuk tanggul di sungai terpanjang di Pulau Jawa. Selama ini, desa kekuasaannya tak pernah luput dari luapan banjir tahunan Sungai Bengawan Solo.
“Kami berharap pembebasan lahan tanggul selesai tahun 2018 ini,” harap Kades humanis itu. (Aim)