SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Pemerintah Kabupatan (Pemkab) Blora, Jawa Tengah, menyiapkan sumber daya manusia (SDM) lokal untuk menyambut diaktifkannya kembali lapangan terbang Ngloram menjadi Bandara. Upaya yang dilakukan pemkab adalah melakukan kerjasama dengan Politeknik Penerbangan Surabaya, untuk mendidik pemuda lokal supaya terlibat dalam operasi penerbangan.
Hal itu menjadi salah satu jalan untuk mewujudkan misi dan visi Bupati dan Wakil Bupati Blora, yaitu terwujudnya masyarakat Blora yang lebih sejahtera dan bermartabat. Salah satu misinya yaitu meningkatkan kualitas SDM, pelayanan bidang pendidikan, pemberdayaan masyarakat dan lainnya serta memanfaatkan ilmu pengetahuan, dan teknologi.
Untuk diketahui, sesuai amanah Undang-undang (UU) No 1 tahun 2009 tentang Penerbangan, yaitu pasal 383 ayat 1, pendidikan dan pelatihan di bidang penerbangan diselenggarakan oleh pemerintah, pemerintah daerah, atau masyarakat melalui jalur pendidikan formal dan/atau nonformal.
Serta pasal 386, pemerintah daerah membantu dan memberikan kemudahan untuk terselenggaranya pendidikan dan pelatihan di bidang penerbangan.
“Kami dari tim koordinasi percepatan reaktivasi Bandara Ngloram, ditugaskan untuk melakukan perjanjian kerjasama dengan Politeknik Penerbangan Surabaya untuk terselenggaranya 2 diklat. Yaitu Diklat Basic Security (Gada Pratama) dan Diklat Mechanical Electrical,†ungkap Kepala Bidang Fisik dan Prasrasarana, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Djati Walujastono, kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (21/3/2018).
Sekaranga ini, pemerintah tengah melakukan seleksi peserta diklat hasil pendaftaran beberapa waktu lalu.
“Seleksi dilaksanakan antara 21 Maret sampai dengan 22 Maret 2018 di kantor Kecamatan Cepu,†kata dia.
Djati menjelaskan, program diklat pemberdayaan masyarakat di sekitar Bandara Ngloram tersebut untuk peningkatan kualitas SDM di bidang penerbangan.
“Salah satu persyaratan untuk diklat adalah masyarakat kurang mampu yang dibuktikan dengan surat keterangan dari pejabat berwenang,†terang pria asal Cepu ini.
Diperkirakan jumlah peserta diklat mencapai 100 orang yang akan dibagi dalam dua diklat. Dengan komposisi calon peserta diklat berasal dari wilayah Kecamatan Cepu. Di antaranya Kelurahan Ngroto, Ngelo, Karangboyo, Cepu, Balun, Tambangromo dan Desa Nglanjuk, Sumberpitu, Kentong, Mulyorejo, Mernung, Getas, Kapuan, Jipang, Ngloram, Cabean, Gadon.
“Untuk Kecamatan Kedungtuban hanya dari Desa Klagen,†pungkasnya.(ams) .