SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban-Â Setiap bulan Rajab tepatnya di hari Jumat Pahing, warga Dusun Menco, Desa Prunggahan Kulon, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, selalu merayakan hari raya atau lebaran Sapi. Tradisi seperti ini telah menjadi bagian hidup masyarakat, dan dilakukan turun temurun dari generasi sebelumnya.
“Hari ini waktunya lebaran Raja Kaya/Sapi,” ujar seorang warga setempat, Riyono (50), kepada suarabanyuurip.com, usai selametan di halaman rumahnya bersama beberapa tetangganya, Kamis (22/3/2018).
Riyono menjelaskan, kalau perayaan lebaran seperti ini hanya dilakukan para pemilik Sapi. Bagi yang tidak punya, cukup menyaksikan dan ikut selametan ketupat, lepet, sayur pepaya, dan aneka lauk pauk. Ketupat tersebut tidak dimakan ditempat, melainkan dibawa ke rumah masing-masing.
Senada diungkapkan, Susilo (35). Pemuda kelahiran Dusun Menco menambahkan, jika warga tak pernah lupa merayakan hari raya ini. Dikarenakan mayoritas warga sekitar bermata pencaharian petani, dan Sapi merupakan investasi menjajikan dengan segala keuntungannya.
“Rojo Koyo ini kotorannya bisa jadi pupuk dan juga bisa disembelih,” sergahnya.
Pelestarian tradisi ini bertujuan meminta keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa (YME) atas sapi dan pemiliknya. Disamping itu juga dipercayai dapat membuat Sapi beranak pinak atau Jelakar.
Pria ramah ini mengungkapkan, jika satu lingkup lingkungannya ada 12 kandang Sapi. Alhasil, setiap lebaran juga ada 12 kali selametan. Setelah Mbah Tarmuji mendoakan, ketupat lepet langsung dibagi untuk masing-masing warga yang hadir. Sedangkan ketupat khusus yang dikalungkan di leher Sapi dinamakan Dadung Awuk.
“Dadung Awuk untuk Sapi sedangkan ketupat lepet untuk warga yang hadir,” jelas Susilo. Informasi dari warga, karena mayoritas setiap rumah memiliki sapi akhirnya acara selametan dilakukan sewaktu-waktu sesuai kesepakatan warga. Untuk di Dusun Menco selametan ada yang digelar pagi, siang, ataupun sore hari.(Aim)