Destana Socorejo Siap Hadapi Kegagalan Industri

Bentuk Destana Socorejo

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Menjadi desa ring 1 Semen Gresik (SG) Kerja Sama Operasional (KSO) Semen Indonesia dan Kawasan Industri Tuban (KIT), membuat Pemerintah Desa Socorejo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, resmi membentuk Desa Tangguh Bencana (Destana).

Kesiapan ini sebagai bentuk antisipasi dini, jika sewaktu-waktu terjadi bencana kegagalan teknologi industri.

“Kita menyadari Socorejo berpotensi terjadi bencana industri,” ujar Ketua Destana Socorejo, Rohmad, kepada suarabanyuurip.com, Jumat (23/3/2018).

Pria berpostur gempal ini menjelaskan, langkah kedepan setelah Destana terbentuk. Yang pertama identifikasi masalah di desa Socorejo khusus mengenai musibah yang ditimbulkan dari faktor alam khususnya dari sektor laut.

Kedua, musibah yang di timbulkan dari area dampak sebagai kawasan industrialisasi. Terakhir musibah dampak sosial, meliputi konflik antara masyarakat dengan masyarakat sekitar, dengan perusahaan maupun dengan pemerintah.

Terpisah, Kepala Desa (Kades) Socorejo, Arif Rahman Hakim, menambahkan, kondisi geografis Socorejo yang mempunyai garis pantai yang panjang menjadikan desa sekitar pelabuhan SG ini memiliki tingkat kerawanan yang cukup tinggi. Diantaranya bencana yang ditimbulkan angin maupun ombak.

Baca Juga :   Hingga Juni 2025, Bojonegoro Terima Dana Bagi Hasil SDA Rp 778 Miliar

Oleh karena itu, tujuan utama terbentuknya Destana ini supaya desa memiliki kemampuan mandiri untuk beradaptasi dan menghadapi ancaman bencana. Sekaligus memulihkan diri dengan cepat dari dampak bencana yang merugikan.

Mantan aktivis PMII Yogyakarta ini mengklaim, bencana yang dapat mengancam Socorejo beragam. Baik bencana hidrometerologi, maupun kegagalan teknologi industri.

“Adanya Destana ini semoga masyarakat lebih sigap dan mampu mengantisipasi bencana lebih dini,” terang Kades humoris itu.

Dalam Undang-Undang No. 24 Tahun 2007 tersirat, bahwa upaya penanggulangan bencana menjadi tanggung jawab bersama semua unsur. Mulai dari pemerintah, lembaga non-pemerintah, dunia usaha, dan partisipasi aktif masyarakat.

Sejak tahun 2012, Kedeputian Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB telah menyelenggarakan penguatan kelembagaan yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas, kemampuan, dan pengetahuan pemerintah daerah hingga masyarakat pada suatu program yaitu Desa Tangguh Bencana.(aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *