SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur telah menerima dana bagi hasil (DBH) sumber daya alam (SDA) mencapai Rp 778,82 miliar hingga Juni 2025. Jumlah tersebut baru mencapai 40 persen dari total pagu anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) yang mencapai Rp 1,947 triliun tahun ini.
Berdasar data resmi dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Bojonegoro per-Juni 2025, sektor minyak bumi masih menjadi penyumbang DBH migas terbesar di Bojonegoro. Yakni, dari pagu Rp 1.93 triliun, telah salur Rp 773 miliar atau 40 persen dari total pagu APBN. Sektor minyak bumi ini juga jauh di atas penerimaan DBH gas bumi yang hanya dialokasikan Rp 11 miliar dan telah salur Rp 4,4 miliar tahun ini.
Selain dua sektor tersebut, kontribusi DBH SDA dari sektor lainnya juga turut menyumbang jumlah besaran penerimaan untuk Bojonegoro. Meliputi, DBH Minerba telah salur Rp 645 juta atau setara 39,81 persen dari pagu Rp 1,6 miliar. Kemudian, DBH kehutanan telah salur Rp 288 juta dari pagu Rp 720 juta.
Selanjutnya, DBH keikanan telah salur Rp 340 juta dari total pagu Rp 851 juta . Terakhir, DBH panas bumi telah salur 100 persen, yakni dari pagu Rp 9,9 juta, telah salur Rp 9,9 juta juga per-Juni 2025.
Kepala KPPN Bojonegoro Teguh Ratno Sukarno menyampaikan, belum ada penyaluran DBH SDA lagi pada bulan ini di Bojonegoro. Termasuk, untuk DBH minyak dan gas (migas).
“Sehingga, nominal salur DBH SDA masih sama seperti data terakhir, yakni per-Juni 2025. Nanti kami akan sampaikan apabila ada penyaluran lagi,” terangnya.(jk)





