SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengaku, sampai saat ini masih ada laporan keberadaan tenaga kerja (Naker) asing yang bekerja di sektor minyak dan gas bumi (migas) di bumi Angling Dharma (sebutan lain Bojonegoro).
“Iya masih ada, tapi hanya dari Lapangan Banyuurip, Blok Cepu,” kata Kepala Bidang Hubungan Industri Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Bojonegoro, Imam WS, kepada Suarabanyuurip.com, beberapa waktu lalu.
Menurutnya, keberadaan naker asing tersebut tidak sebanyak dulu saat dikerjakannya proyek Engineering Procurement, and Construction (EPC) di Blok Cepu yang di operatori ExxonMobil Cepu Limited (EMC).
“Kalau sekarang, hanya tinggal belasan saja. Itupun yang menetap sangat sedikit, lainnya keluar masuk Bojonegoro,” imbuhnya.
Imam menilai, selama ini keberadaan tenaga asing belum memberikan kontribusi apapun untuk Kabupaten Bojonegoro. Hal ini dikarenakan, sampai saat ini belum ada regulasi retribusi naker asing.
“Setahu saya dulu sempat dibahas di DPRD, tapi kok tidak ada gaungnya lagi,” imbuhnya.
Pihaknya berharap tidak hanya EMCL saja yang rajin melaporkan keberadaan naker asing selama ini. Namun juga perusahaan migas lainnya, untuk menghindari sanksi.
Dikonfirmasi terpisah, juru bicara dan humas EMCL, Rexy Mawardijaya, menyatakan, EMCL saat ini memiliki lebih dari 400 orang karyawan.
“Dari total tersebut 97 persen diantaranya merupakan putra putri Indonesia,” pungkasnya.(rien)