Pembangunan Bandara Ngloram Mulai Disosialisasikan

Lapter Ngloram

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Pemagaran aset sebagai tahap reaktivasi bandar udara (Bandara) Ngloram, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mulai disosialisasikan kepada warga sekitar di Pendapa Balai Desa Ngloram, Rabu (4/7/2018). 

Sosialisasi dilaksanakan Satuan Kerja (Satker) dari Bandara Sumenep, dan pihak terkait bersama Pemkab Blora.

Anggota Tim Percepatan Pembangunan Bandara Ngolram, Djati Walujastono, menjelaskan pembangunan Bandara Ngloram merupakan suatu pekerjaan yang membutuhkan tersediaanya modal dalam jumlah besar dan bersifat kompleks karena membutuhkan investasi konstruksi dan instalasi yang cukup besar.

Selain itu, kata dia, pembangunan bandar udara merupakan kegiatan yang kompleks karena membutuhkan keterpaduan dari berbagai bidang pekerjaan dan bidang keahlian, termasuk keterpaduan intramoda dan antarmoda transportasi dalam cakupan wilayah yang dilayani.

Oleh karena itu, lanjut Djati, pembangunan dan pengembangan suatu bandar udara Ngloram membutuhkan perencanaan yang matang agar investasi yang ditananamkan dapat berdaya guna (efisien) dan berhasil guna (efektif).

“Alhamdulillah bandara Ngloram sekarang sudah tersedia tanah sekitar 215.346 m2,” ujarnya.

Lahan yang tersedia itu diantaranya runway panjang 900 meter (M) dan lebar 30 m, Taxiway sekitar panjang 150 m dan lebar 23 m, Apron dan bekas tanah bangunan Terminal panjang 75 m dan lebar 50 m. Sedangkan tanah perpanjangan Runway masih tersedia panjang 1650 m dan lebar 110 m.

Baca Juga :   Jalan Pengalihan Proyek EPC-5 Bahayakan Warga

Sosialisasi melibatkan Kementerian Perhubungan, dalam hal ini sebagai satkernya adalah Bandara Trunojoyo Sumenep dan pihak terkait Pemkab. 

“Pemagaran hanya sebatas asset tanah ex kementrian Energi Sumber Daya Mineral saja belum termasuk perluasan lahan,” terangnya.

Menurut dia, warga sekitar masih diperbolehkan mengunakan tanah Bandara Ngloram, misalnya untuk pertanian, untuk berjualan atau sekarang ini masih ada warung kecil di pinggir Runway sebelah utara dan nanti akan diberi pintu akses masuk. Sehingga pemagaran tersebut tidak akan menganggu aktivitas warga sekitar bandara.

Setelah sosialisasi hari ini, akan dilanjutkan persentasi awal rencana Induk atau Masterplan Bandara Ngloram, Cepu di Ruang Bupati Blora, Kamis (5/7/2018) besok. 

“Dalam Masterplan akan dilakukan beberapa tahap. Laporan pendahuluan, laporan antara dan laporan akhir,” ungkap Djati.  

Maksud pembuatan masterplan bandara Ngloram, menurut dia,  sebagai pedoman yang diperlukan dalam rangka pembangunan dan pengembangan suatu bandar udara dan operasi penerbangan serta analisis finansial sampai dengan tahun rencana.  

Sementara, tujuan pembuatan masterplan mewujudkan bandara yang ideal, memiliki fasilitas sesuai dengan ketentuan yang dipersyaratkan. 

Baca Juga :   Camat Soko Terjunkan Tim Investigasi

“Sehingga dapat memberikan pelayanan ke bandar udaraan yang cepat, aman, nyaman, efektif, efisien dan optimal, baik terhadap keselamatan operasi penerbangan, penumpang, maupun bagi pengguna jasa bandar udara lainya,” terang dia. 

Diharapkan bandara Ngloram akan menunjang mobilitas dan lebih mendorong pertumbuhan ekonomi Blora seiring menggeliatnya pertambangan Migas di wilayah Blok Cepu serta daerah Hinterlandnya seperti Bojonegoro, Tuban, Rembang, Grobogan dan Ngawi. 

Dirancanakan, perluasan bandara Ngloram sampai disekitar  setasiun KA Kapuan. Dilakukan dengan 3 tahap perpanjangan Runway. Tahap 1 Runway 1650 x 30 untuk pesawat turbo propeller ATR 72-600 (buatan Perancis dan Italia).

Tahap ke 2 Runway 1850 x 45 untuk pesawat turfan Embraer 195 (buatan Brasil), dan tahap ke 3 Runway 2500 x 45 untuk pesawat turbo fan Boeing 737-NG (USA). (ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *