SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Pemerintah Desa (Pemdes) Jampet, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengakui, alokasi untuk sektor kesehatan dari Dana Desa (DD) masih belum bisa mencover secara maksimal penanganan anak kurang gizi di wilayahnya.
“Tercatat ada sepuluh anak yang mengalami kekurangan gizi di Desa Jampet,” kata Kepala Desa (Kades) Jampet, Sukisno, saat ditemui Suarabanyuurip.com di kantornya, Kamis (29/3/2018) kemarin.
Bersama kader kesehatan desa setempat, pihaknya telah berupaya untuk menekan angka anak kurang gizi. Yakni, dengan memberikan makanan tambahan berupa susu, roti, kacang hijau, dan telur.
“Bantuan itu belum sepenuhnya mencover kebutuhan,” akunya.
Menurutnya, faktor ekonomi yang membuat masih adanya anak mengalami kurang gizi. Sehingga, untuk memberikan makanan bernutrisi pada keluarga rata-rata masih belum bisa.
“Disini sebagian memang dari warga kurang mampu yang alami kurang gizi,” tandasnya.
Dari data yang diberikan, Pendapatan Asli Desa (PAD), Dana Desa, Alokasi Dana Desa dan sebagainya, tahun ini Desa Jampet mendapatkan sebesar Rp1,5 Miliar.
“Untuk kesehatan ada, tapi nilainya kecil,” imbuhnya tanpa menyebutkan nominal.
Sementara itu, Humas Dinas Kesehatan, Suharto, menyatakan, jumlah anak yang kekurangan gizi di Bojonegoro mengalami penurunan. Hanya saja, Suharto, belum bisa menyebutkan data totalnya karena data berada di kantor.
“Besok senin silahkan ke kantor untuk mendapatkan datanya,” pungkas Harto, sapaan akrabnya.(rien)