SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Tabung Liquified Petroleum Gas (LPG) ukuran 3 kilo gram (Kg) di wilayah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mulai langka. Beberapa toko yang biasa menjual LPG sejak hampir tiga hari ini kosong. Akibatnya membuat Ibu-ibu rumah tangga di seputaran kota Bojonegoro resah.
“Sudah tiga hari ini LPG 3 Kg mulai langka, stok LPG di toko langganan kosong,” kata Farida, warga Jalan Basuki Rahmat, Bojonegoro, kepada Suarabanyuurip.com, Kamis (5/4/2018).
Karena tidak ada yang berjualan LPG 3 Kg di toko-toko kecil di sekitar rumahnya, ibu dua anak ini terpaksa membeli di Stasiun Pembelian Bahan Bakar Umum (SPBU) Jetak, Kelurahan Jetak, yang lokasinya cukup jauh.
“Itu juga sedikit kata petugasnya. Kuatir kalau lima hari kedepan masih kosong lalu masak pakai apa,” imbuhnya.
Warga Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro, Lina, juga mengeluhkan kondisi yang sama. Kelangkaan LPG 3 Kg sudah dirasakan sejak dua hari yang lalu.
Karena saat akan membeli yang baru, hampir semua toko eceran di seputaran kota tidak ada persediaan. Biasanya, harga yang dibandrol pedagang eceran yaitu Rp18.000 per tabung.
“Kosong semua Mbak, ya terpaksa ini pakai tungku,” imbuh wanita yang setiap harinya memproduksi olahan kedelai menjadi tempe ini.
Salah satu pangkalan LPG di Kelurahan Jetak mengakui, sejak Rabu (4/4/2018) kemarin tidak ada kiriman LPG dari Pertamina.
“Kabarnya ada penarikan tabung LPG 3 Kg dari pusat, tapi itu gosipnya. Alasan kenapa tidak ada kiriman saya kurang tahu,” ungkap salah satu pegawai pangkalan LPG, Lina, saat ditemui Suarabanyuurip.com.
Pihaknya belum mengetahui, apakah besok ada kiriman atau tidak. Sementara sekarang ini, ditempatnya hanya tersedia LPG ukuran 12 Kg yang dijual dengan harga Rp135.000 per tabungnya.
“Itupun juga mau habis disini,” pungkasnya.
Terpisah Sekretaris Dinas Perdagangan Kabupaten Bojonegoro, Agus Hariana, membenarkan adanya kelangkaan LPG 3 Kg di wilayahnya sekarang ini.
“Hari ini kami cek di lapangan, ternyata memang benar ada kekosongan stok di beberapa toko eceran,” kata Sekretaris Dinas Perdagangan, Agus Hariana.
Pihaknya mengaku, akan langsung menindak lanjuti kelangkaan LPG 3 Kg di Bojonegoro dengan mengajukan penambahan stok dari Pertamina. Namun, sebelumnya akan melakukan pendataan terlebih dahulu kebutuhan LPG 3 Kg di tingkat masyarakat.
“Sekarang ada peningkatan kebutuhan LPG 3 Kg,” tukasnya.
Peningkatan tersebut rata-rata terjadi karena banyaknya petani yang menggunakan LPG 3 Kg untuk produksi pertaniannya seperti menggunakan pompa dan alat pengering gabah atau padi.
“Ada juga peningkatan usaha kecil menengah yang menggunakan LPG 3 Kg,” tandasnya.
Sementara itu, Area Manager Communication and Relation Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara, Rifky Rahman Yusuf, menegaskan, stok LPG 3 Kilogram di wilayah Jawa Timur termasuk Kabupaten Bojonegoro sampai saat ini masih normal.
“Stok masih normal,” kata Rifky Rahman Yusuf, kepada Suarabanyuurip.com melalui pesan pendek.(rien)Â