SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan beroperasinya lapangan minyak Banyuurip, Blok Cepu, di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, oleh ExxonMobil sekarang ini tidak lepas dari perjuangannya saat menjadi Menteri Pertambangan dan Energi (sakarang berubah nama menjadi ESDM) pada tahun 1999.
“Lima tahun menjadi menteri, saya masih ingat waktu menghidupkan kembali kerjasama dengan Exxon. Dulu itu, sangat sulit sekali,” ujar SBY saat acara silaturahmi dan makan malam bersama masyarakat Bojonegoro di MCM, Rabu (4/4/2018) malam.Â
Saat itu pembicaraan bagi hasil, baik untuk pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten, berjalan alot. Belum lagi antara Provinsi Jateng dan Jatim.Â
“Kemudian saya pamit kepada Presiden untuk menyelesaikan dengan baik dan adil. Alhamdulilah akhirnya ada jalan, dan masalah terselesaikan,” ungkap Ketua Umum DPP Partai Demokrat ini.
Minyak itu, menurut SBY, membawa berkah bukan hanya untuk pemerintah pusat, provinsi ataupun daerah, tapi bagi rakyat. Dia berharap sekali produksi minyak di Bojonegoro bisa terus menghasilkan, dan produksi Blok Cepu terus meningkat hingga 220 ribu barel per hari (Bph).Â
“Total produksi nasional mgas sekarang ini di bawah 1 juta Bph. Jadi seperempatnya disumbang dari Bojonegoro. Ini berkah ya,” tukasnya.Â
Dengan adanya migas di Bojonegoro, seharusnya industri ikutan lainnya juga didorong. Karena minyak, gas, dan batubara itu tanggung jawab pemerintah pusat bukan provinsi atau kabupaten.Â
“Harapan saya, teman-teman di DPR RI bisa memperjuangkan melalui komisi yang bersangkutan, melalui Menteri ESDM, kemudian eksekutif, bupati, dan gubernur,” pungkasnya.(rien)