Mohon Doa Restu di Kaki Guru

Pelajar sungkem

SuaraBanyuurip.com – Ali Imron

Tuban- Sri Irawati tak kuasa menahan air mata ketika bersimpuh di kaki gurunya. Air mata pelajar kelas XII Madrasah Aliyah (MA) Ash Shomadiyah di Kelurahan Kingking, Kecamatan/Kabupaten Tuban, itu menetes di pipinya yang halus ketika kedua tangannya menyentuh kaki wanita setengah baya yang duduk di atas kursi di depannya.

Dengan lembut dia kemudian membasuh kedua kaki wanita pahlawan tanda tersebut. Sejumlah kesalahan berkelebat dibenaknya selama tiga tahun menimba ilmu. Ada sesal menjejal. Semua mengaduk-aduk perasaan Sri.

“Bu, maafkan jika selama ini Sri ada salah. Mohon Ibu doakan Sri bisa lulus ujian dengan nilai baik ya,” ucap gadis berhijab itu lirih.

Guru itu kemudian membalas dengan belaian lembut di kepala. “Semangat ya, belajar yang rajin dan berdoa. Ibu selalu mendoakanmu,” timpal guru itu.

Sungkeman dan membasuh kaki guru ini merupakan cara siswaMadrasah Aliyah (MA) Ash Shomadiyah memohon doa restu kepada gurunya menjelang Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2018 yang akan dilaksanakan pada Senin – Kamis (9-12/4/2018) pekan depan. Tujuannya agar dimudahkan dalam ujian.

“Rasanya saya semakin semangat dan mantap mengikuti ujian,” lanjut Sri. 

Baca Juga :   Minat Pendidikan Warga Blok Cepu Meningkat

Senada yang disampaikan siMohammad Didik Prasetiyawan, siswa lainnya. Dia sangat bersyukur karena diberi kesempatan belajar di madrasah swasta di pusat kabupaten. Sekalipun selama tiga tahun bandel, tapi dia tidak ingin mengecewakan para guru yang telah mendidiknya.

“Saya minta maaf jika tak pernah patuh,” sesalnya disertai mata berlinang air mata. 

Diakui mereka, kata maaf tak mampu menggantikan ilmu yang para guru berikan selama ini. Tapi doa pendidik mampu mewujudkan cita-citanya. Untuk itulah mereka sungkem dan membasuh kaki gurunya untuk meminta maaf dan doqla reatu. 

“Semoga ilmu yang kita pelajari selama ini barokah,” tuturnya.

Kepala MA Ash Shomadiyah Tuban, Riza Shalihuddin Habibi, menegaskan jika acara sungkeman menjelang ujian ini rutin digelar setiap tahun. Pihaknya ingin membuktikan bahwa MA sebagai lembaga percontohan, yang menanamkan karakter yang luar biasa untuk muridnya.

“Dibuktikan seorang murid maju ke depan dengan ikhlas mencuci kaki gurunya,” sergahnya.

Hal itu tentu bentuk ketakziman dan kepatuhan sangat luar biasa yang ditunjukan para siswa. Dibanding sungkeman di lembaga lain yang terasa kering.

“Di sini terasa beda karena siswa-siswa dengan ihklas dan sepenuh hati melakukannya,” jelasnya.

Baca Juga :   Sekolah Dilarang Tahan Ijazah Siswa

Gus Riza sapaan akrabnya mengaku prihatin dengan peristiwa yang menimpa guru akhir-akhir ini. Mulai dari guru dibully, guru dianiaya muridnya, guru dihantam, bahkan ada guru yang meninggal oleh muridnya. 

Kondisi ini, menurut dia, ada yang salah dalam dunia pendidikan. Untuk itu, pihaknya akan mengembalika tujuan utama pendidikan adalah menciptakan karakter bagi anak-anak.

“Biar semua kejadian seperti itu tidak terjadi di sini,” tegasnya.

Selain itu anak-anak membutuhkan motivasi batiniah dan spiritual. Melalui kegiatan sungkeman, mencuci kaki, bersimpuh, dan meminta maaf kepada gurunya, mereka akan tembus batinnya.

“Lebih-lebih setelah lulus ujian mereka akan tembus di Perguruan Tinggi Negeri (PTN),” harapnya.

Pihaknya berharap, melalui kegiatan sungkeman lembaganya menjadi pilot projek di Tuban. Dikarenakan suasana sekolah harus dibangun menyenangkan, dan penuh kekeluargaan. Tidak boleh terjebak dengan angka, fasilitas, maupun lainnya yang membosankan.

Sebagaimana diketahui, tahun ini ada 43 siswa MA Ash Shomadiyah yang mengikuti UNBK. Semuanya dari jurusan IPS yang terbagi dalam dua kelas. Sedangkan cara sungkeman ini berjalan delapan tahun, atau dimulai sejak 2010. (aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *