SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Warga Desa Genaharjo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, digegerkan dengan penemuan sebuah granat mortir yang kondisinya sudah berkarat. Meski pengamannya sudah lepas, warga masih khawatir jika sewaktu-waktu membahayakan lingkungan sekitar yang diplot sebagai lokasi Jalur Lingkar Selatan (JLS)/ ring road.
“Supaya aman jadi granat mortirnya saya serahkan ke perangkat desa, ujar warga Dusun Gempol, Genaharjo, Tarkum (41), yang pertama kali menemukan senjata peledak tersebut.
Pria yang pekerjaannya swasta itu, tak mengira akan menemukan granat mortir. Seperti biasanya menjelang petang sekitar pukul 17:00 WIB, dia rutin memberikan makan hewan ternak di samping rumahnya RT 2 RW 1.
Tiba-tiba dia menginjak sebuah benda, setelah diangkat ternyata sebuah mortir. Tak membutuhkan waktu lama, pria berkulit sawo matang ini langsung memberitahukan ke perangkat dan dilaporkan ke Babinsa Genaharjo Peltu Mujiana, dan Bhabinkamtibmas Genaharjo.
“Untuk sementara senjata peledak berbentuk lonjong tersebut diamankan di depan rumah perangkat desa bernama Tarmudo,” terangnya.
Dikonfirmasi temuan ini, Kapolsek Semanding, AKP Desis Susilo, membenarkannya. Setelah diperiksa oleh anggotanya, kondisi granat mortir di atas yang sudah rusak berkarat diduga peninggalan penjajahan.
Dikarenakan kondisi mortir tersebut sudah berkarat, apabila terkena gesekan benturan rawan terjadi ledakan. Oleh karena itu, Barang Bukti (BB) diserahkan ke unit intel Polres Tuban.
“Granat mortir sudah diamankan di Mapolres Tuban,” sergahnya.
Sebatas diketahui, Granat mortir tersebut ditemukan pertama pada hari Minggu (8/4) kemarin. Setelah diukur panjanganya kurang lebih 22 Centimeter (Cm), dengan diameter 15 cm.(Aim)