Nilai Ekspor Lamongan Naik

SuaraBanyuurip.com - Totok Martono

 Lamongan – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, mencatat ada kenaikan nilai ekspor selama tahun 2017, yakni sebesar Rp 13.033.600.000. Kenaikan itu disebabkan adanya dua unit usaha baru di Lamongan yang memiliki produk ekspor.

Disebutkan oleh Kepala Disperindag Mohammad Zamroni, nilai ekspor Lamongan selama tahun 2017 tercatat sebesar Rp 136.933.600.000. Sementara pada tahun 2016 sebesar Rp 123.900.000.000.

“Peningkatan nilai ekspor di Kabupaten Lamongan ini terutama didukung oleh adanya kenaikan jumlah perusahaan pelaksana ekspor sebanyak dua unit usaha. Yakni Asosiasi Pengusaha Arang dan Nufa Market dengan produk ekspor berupa beras, olahan ikan, dan jagung,” ujar Mohammad Zamroni, kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (11/4/2018).

Mantan Kabag Humas dan Protokol ini menjelaskan, dari jumlah unit usaha pelaksana ekspor di tahun 2016 ada 60 perusahaan, dan di tahun 2017 menjadi 62 perusahaan.

Kenaikan jumlah perusahaan tersebut tidak lepas dari peran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan yang secara kontinu melakukan pembinaan terkait dengan prosedur ekspor.

Baca Juga :   Usulkan Pengisian Perangkat Desa Diperpanjang

Selain itu Disperindag juga secara rutin memberikan informasi peluang pasar perdagangan luar negeri serta promosi dan misi dagang.

Selama ini komoditi yang banyak diekspor adalah sarung tenun ikat, berbagai kerajinan kreatif, dolomit, meubelair, pupuk alam, snack, dan olahan hasil ikan laut.

Negara tujuannya beragam, mulai dari Timur Tengah, Australia, Jamaika, China, Jepang, Korea, Amerika, Singapura, Malaysia hingga Eropa.

Sedangkan di tahun 2017, komoditi baru dari Kabupaten Lamongan yaitu arang, sebanyak 24 kontainer langsung menembus pasar Mesir oleh ekportir Asosiasi Pengusaha Arang dari Kecamatan Sambeng.

Untuk Nufa Market, selama 2017 mereka mengapalkan sebanyak 30 ribu kilogram kerupuk olahan ikan, 420 ribu kilogram beras super, 10 ribu kilogram olahan jagung dan 13 ribu kilogram olahan ikan kering. Negara tujuan ekspornya meliputi Malaysia, Korea dan Saudi Arabia.(tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *